Harga Minyak Mentah Senin Merosot Tajam Seiring Meredanya Ketegangan AS-Iran

97

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah merosot tajam pada hari Senin, 25 Agustus 2026, jatuh ke level terendah dalam satu minggu, setelah adanya laporan berita bahwa AS akan menempatkan kembali para diplomat di kedutaan-kedutaan besar di Timur Tengah, yang meredakan ketegangan AS dengan Iran.

Harga minyak mentah berjangka WTI merosot tajam 3,535 pada $82,01 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent merosot tajam 3,45% pada $87,42 per barel.

Harga minyak mentah anjlok hari ini setelah New York Times melaporkan bahwa Departemen Luar Negeri AS sedang bersiap mengirim kembali diplomat AS ke kedutaan-kedutaan di Timur Tengah—yang sebelumnya telah dievakuasi sebelum dan selama perang dengan Iran—yang mengindikasikan bahwa pemerintahan Trump tidak memperkirakan akan terjadinya kembali ketegangan skala penuh dengan Iran.

Indikasi meningkatnya arus minyak mentah yang melewati Selat Hormuz juga turut menekan harga minyak mentah. Pada hari Senin, *Axios* melaporkan bahwa sekitar 40 kapal tanker melintasi keluar dari Selat Hormuz pada Jumat malam lalu, mengangkut sekitar 16 juta barel minyak mentah. Selain itu, *Joint Maritime Information Center* menurunkan tingkat ancaman pelayaran di Teluk Oman menjadi “moderat,” satu tingkat lebih rendah dari penilaian sebelumnya. Penilaian moderat berarti ancaman serangan terhadap kapal di lepas pantai Oman mungkin terjadi namun kemungkinannya kecil.

Sebelumnya pada hari Senin, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa AS akan memulai kampanye untuk memutus hubungan Iran dari ekonomi global, seraya memperingatkan bahwa negara mana pun yang berbisnis dengan Iran berisiko menghadapi sanksi AS. Ia mengatakan bahwa AS berfokus pada lima “jalur kehidupan paling vital” Iran—termasuk aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran—dan bahwa negara-negara akan diberikan batas waktu tertentu untuk menghentikan kerja sama ekonomi dengan Iran; jika tidak, Departemen Keuangan akan bertindak secara sepihak.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak mentah dapat bergerak turun dengan sentimen meredanya ketegangan AS-Iran.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $80,42-$78,83. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $84,72-$87,43.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $85,73-$84,03. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $90,20-$92,97.