Rekomendasi Harga Gula 26 Agustus 2026

61

(Vibiznews – Commodity) Harga gula mentah dunia atau raw sugar terkoreksi sekitar 2,2 persen pada perdagangan hari Selasa, setelah sebelumnya sempat mencatat reli panjang yang luar biasa sebesar 21 persen sepanjang bulan Agustus.

Harga kontrak berjangka gula mentah dunia atau raw sugar #11 di bursa New York ditutup turun ke level 17,25 sen dolar AS per pon, setelah sebelumnya sempat menguji level tertinggi tahunan di kisaran 17,99 sen dolar AS per pon. Sejalan dengan pergerakan di bursa New York, harga gula kristal putih atau white sugar #5 di bursa London mengalami tekanan yang lebih dalam, ambles 2,85 persen ke level 535,90 dolar AS per metrik ton.

Koreksi harga jangka pendek ini terutama dipicu oleh intervensi kebijakan impor India. Keputusan mendadak pemerintah India, sebagai salah satu konsumen terbesar dunia, untuk mengizinkan impor bebas bea sebanyak 1 juta metrik ton gula mentah berhasil meredakan kepanikan pasar atas kelangkaan stok menjelang musim festival domestik mereka. Kebijakan impor perdana dalam hampir satu dekade ini menjadi katalis utama yang mendorong aksi ambil untung di pasar berjangka.

Meski demikian, tekanan jual belum sampai membawa harga jatuh terlalu dalam, seiring proyeksi defisit pasokan global yang masih menjadi penahan pasar. Lembaga internasional seperti Green Pool dan StoneX merevisi naik estimasi defisit gula global untuk periode 2026/2027 menjadi 1,7 hingga 3,3 juta metrik ton, sebuah angka yang membuat sentimen bullish jangka panjang tetap terjaga.

Selain itu, faktor cuaca dan pengalihan produksi ke etanol turut menopang ketatnya pasokan gula global dalam jangka panjang. Kekeringan akibat El Nino di kawasan Asia, dikombinasikan dengan kebijakan pabrik tebu di Brasil yang mengalihkan porsi produksinya ke sektor bahan bakar etanol akibat sempat melonjaknya harga minyak mentah dunia, membuat pasokan gula global tetap berada dalam kondisi ketat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula mentah berpotensi masih akan bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan koreksi jangka pendek, seiring meredanya kepanikan pasokan pasca kebijakan impor India, meski tren bullish jangka menengah hingga panjang masih tertahan oleh sentimen defisit pasokan global. Harga gula mentah diperkirakan bergerak menguji kisaran Support 17,00-16,85. Namun, jika sentimen defisit pasokan kembali menguat dan memicu aksi beli lanjutan, pergerakan berpotensi mengarah pada pembalikan menuju kisaran Resistance 17,50-17,65.