Rekomendasi Harga Kopi Arabika 26 Agustus 2026

52

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka New York berakhir melemah tajam pada penutupan perdagangan hari Selasa malam atau Rabu pagi waktu Indonesia. Koreksi harga ini terjadi setelah komoditas kopi tersebut sempat mencetak reli yang memukau dan menyentuh level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir pada sesi awal pekan.

Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak pengiriman Desember 2026 ditutup turun sebesar 1,80 persen atau melemah 6,15 sen ke level 335,50 sen dolar AS per pon. Sepanjang sesi perdagangan, pergerakan harga tercatat cukup fluktuatif setelah sebelumnya sempat melonjak mendekati level psikologis 342 sen dolar AS per pon akibat adanya dorongan aksi beli teknikal dari para pelaku pasar.

Tekanan jual utama yang memicu pelemahan harga didorong oleh dinamika logistik di negara produsen terbesar dunia, Brasil. Sejumlah gudang penyimpanan komoditas di Brasil dilaporkan mulai menolak pasokan kopi baru akibat keterbatasan kapasitas ruang yang tersisa. Kondisi gudang yang mulai penuh ini secara tidak langsung memudarkan strategi para petani lokal yang sebelumnya sengaja menahan penjualan dengan harapan harga akan terus melambung. Keterbatasan ruang penyimpanan tersebut memaksa para petani untuk segera melepas stok kopi mereka ke pasar global, yang pada akhirnya menambah ketersediaan pasokan fisik secara mendadak dan menekan harga turun.

Kendati pasokan di tingkat gudang penampungan lokal Brasil membeludak, proses pemetikan di tingkat perkebunan sebenarnya masih dihantui oleh keterlambatan. Data terbaru dari lembaga Safras & Mercado menunjukkan bahwa realisasi panen kopi arabika di Brasil untuk periode musim 2026/2027 baru mencapai angka 86 persen. Progres ini masih tertinggal cukup jauh jika dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama di tahun lalu yang sudah merampungkan hingga 95 persen masa panen.

Di sisi lain, koreksi penurunan harga kopi arabika berhasil tertahan dari kejatuhan yang lebih dalam berkat dukungan dari ketersediaan stok global yang sangat tipis di bursa. Persediaan kopi bersertifikat yang dipantau di gudang bursa ICE dilaporkan terus merosot tajam hingga jatuh ke level terendah dalam dua tiga perempat tahun terakhir, yakni menyentuh kisaran 231.340 kantong. Kondisi kelangkaan stok fisik secara global ini menjadi fundamental kuat yang membuat pasar tetap sensitif dan memberikan bantalan penahan terhadap potensi tekanan jual lebih lanjut.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi arabika dapat bergerak konsolidasi dengan volatilitas yang tinggi, merespons tarik-menarik antara tekanan pasokan mendadak dari petani Brasil yang merealisasikan penjualan berhadapan dengan minimnya ketersediaan stok fisik di gudang bursa ICE. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $3.30-$3.28. Namun apabila kembali menemukan momentum penguatan, harga akan mencoba menembus kisaran Resistance $3.40-$3.43.