(Vibiznews – Forex) Mata uang Yen Jepang bergerak menguat pada hari Rabu, memutus tren pelemahan selama dua hari, seiring penurunan lebih lanjut harga minyak akibat harapan akan adanya upaya diplomatik baru di Timur Tengah yang meredakan kekhawatiran mengenai lonjakan inflasi dalam waktu dekat.
Pasangan mata uang USD/JPY bergerak turun 0,05% pada 159,14.
Terpantau harga minyak mentah berjangka WTI AS begerak merosot 2,5%.
Yen juga akan mencermati pergerakan dolar AS saat pasar bersiap menyambut data inflasi penting AS serta pidato anggota Dewan Gubernur Federal Reserve, Kevin Warsh, yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.
Di dalam negeri, mantan anggota dewan Bank of Japan (BOJ), Seiji Adachi, menyatakan bahwa bank sentral kemungkinan akan menaikkan suku bunga bulan depan dan kembali menaikkannya paling cepat pada bulan Januari; ia memperingatkan bahwa mempertahankan suku bunga dapat memicu kembali aksi jual yen dan mempercepat inflasi yang didorong oleh biaya impor.
Saat ini, pasar memperkirakan adanya peluang sekitar 80% bahwa BOJ akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25% bulan depan—angka yang melonjak tajam dari sekitar 23% sebelum pertemuan bank sentral pada bulan Juli.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, pasangan mata uang USD/JPY dapat bergerak turun terpicu penurunan harga minyak. Pasangan mata uang USD/JPY diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 158,93-158,71. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 159,31-159,47.








