(Vibiznews-Index) – Untuk rekomendasi harian Kospi pada perdagangan hari ini, Selasa, 1 September 2026, lebih dulu melihat penutupan bursa Korea Selatan pada sesi kemarin yang berhasil menguat 0,46% atau 31,14 poin ke level 6.820,02. Sepanjang perdagangan Senin kemarin, indeks sempat anjlok hingga lebih dari 3% dan menyentuh level terendah harian di 6.547,76 akibat kepanikan merespons eskalasi ketegangan global, sebelum akhirnya berbalik arah dan ditutup menguat di level tertinggi harian 6.820,10, ditopang aksi borong saham oleh korporasi domestik.
Sebagai sentimen utama penggerak pasar hari ini, eskalasi ketegangan militer di Selat Hormuz dan lonjakan harga minyak global kembali menjadi penekan utama yang membayangi pergerakan Kospi. Kombinasi dari jatuhnya bursa Wall Street semalam, ancaman pembengkakan biaya impor energi, serta koreksi saham sektor teknologi global membuat indeks Kospi bergerak di zona merah pada pembukaan pasar pagi ini, dengan proyeksi rentang pergerakan defensif di kisaran 6.640 hingga 6.900.
Serangan militer AS terhadap posisi peluncur roket Iran di Selat Hormuz memicu kekhawatiran disrupsi pasokan minyak. Korea Selatan, yang mengandalkan impor untuk hampir seluruh kebutuhan energinya, sangat sensitif terhadap risiko hambatan jalur distribusi laut ini. Lonjakan harga minyak mentah Brent hingga melampaui USD 90 per barel langsung memicu kekhawatiran pembengkakan biaya produksi bagi raksasa manufaktur Korea Selatan, terutama sektor petrokimia, baja, dan maskapai penerbangan seperti Korean Air.
Mengikuti tren pelemahan saham teknologi di Amerika Serikat, di mana Nvidia anjlok 4,6%, saham-saham berbobot besar penggerak Kospi seperti Samsung Electronics dan SK Hynix mengalami tekanan jual di awal sesi perdagangan hari ini. Sentimen ini diperparah oleh spekulasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter ketat demi meredam inflasi energi, yang membuat dolar AS semakin perkasa dan menekan nilai tukar won, sehingga berisiko memicu percepatan arus modal keluar dari pasar ekuitas Seoul.
Dari sisi sektoral, saham-saham terkait kilang minyak dan energi seperti S-Oil dan SK Innovation, serta sektor pertahanan, diperkirakan bergerak defensif dan menguat hari ini. Sebaliknya, sektor teknologi, semikonduktor, otomotif akibat risiko gangguan rantai pasok global, serta maskapai penerbangan diproyeksikan menjadi sektor yang paling tertekan sepanjang sesi.
Secara teknikal menurut analis Vibiz Research Center, berdasarkan data pergerakan sesi kemarin (High 6.820,10; Low 6.547,76; Close 6.820,02), berikut adalah rincian level Pivot Point, Support (S), dan Resistance (R) untuk perdagangan hari ini:
Kategori | Level | Kategori | Level
R3 | 7.183,16 | S1 | 6.638,48
R2 | 7.001,63 | S2 | 6.456,95
R1 | 6.910,82 | S3 | 6.366,14
Pivot | 6.729,29 | |
Rekomendasi dari analis Vibiz Research Center untuk perdagangan hari ini: indeks diproyeksikan tertekan di bawah area Pivot 6.729,29, dengan potensi menguji support S1 6.638,48 apabila sentimen risk-off akibat ketegangan Selat Hormuz dan lonjakan harga minyak terus membebani pasar sepanjang sesi.
Apabila tekanan jual pada saham-saham teknologi dan semikonduktor terus berlanjut, indeks berisiko melanjutkan pelemahan menuju support S2 6.456,95, terutama jika arus modal keluar investor asing semakin deras akibat penguatan dolar AS. Namun, investor tetap disarankan mencermati potensi bantalan dari saham-saham sektor energi dan pertahanan yang bergerak menguat, serta kemungkinan aksi borong korporasi domestik seperti yang terjadi kemarin, dengan area Pivot 6.729,29 sebagai resisten awal apabila muncul aksi beli teknikal. Investor disarankan bersikap sangat berhati-hati dan memantau perkembangan geopolitik di Selat Hormuz secara ketat sepanjang sesi hari ini.








