Indeks Nikkei Rabu Berakhir Merosot Tertekan Lonjakan Harga Minyak

140
nikkei

(Vibiznews – Index) Indeks Nikkei Jepang menutup perdagangan hari ini, Rabu, 2 September 2026, dengan kejatuhan yang sangat masif, menjadi salah satu penurunan harian terdalam tahun ini akibat kombinasi kepanikan pasar global dan tekanan hebat dari lonjakan imbal hasil obligasi domestik.

Indeks Nikkei 225 ditutup anjlok 1.854,05 poin, atau turun 2,80%, dan berakhir di level 64.361,29. Sepanjang sesi perdagangan hari ini, pergerakan indeks tertekan sejak pembukaan. Setelah dibuka di level 65.195,43, yang sekaligus menjadi level tertinggi harian, indeks terus melemah hingga menyentuh titik terendah harian di 64.234,31, sebelum akhirnya sedikit membatasi pelemahan menjelang penutupan.

Pasar Jepang terpukul keras oleh guncangan geopolitik dan lonjakan harga minyak. Eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak mentah Brent hingga di atas USD 95 per barel, yang langsung memicu kepanikan inflasi di Jepang, negara yang sangat bergantung pada impor energi.

Tekanan paling berat datang dari krisis pasar obligasi domestik. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun melonjak drastis hingga menyentuh kisaran 3%, rekor tertinggi dalam tiga dekade terakhir. Hal ini memperkuat spekulasi bahwa Bank of Japan akan dipaksa menaikkan suku bunga acuan secara agresif bulan ini untuk menyelamatkan nilai tukar yen, yang pada gilirannya menekan valuasi saham secara luas.

Sektor semikonduktor dan teknologi memimpin kejatuhan indeks hari ini. Emiten raksasa SoftBank Group ditutup ambles hampir 5%, sementara produsen peralatan cip Tokyo Electron dan Advantest merosot masing-masing sekitar 4%. Sektor otomotif seperti Toyota Motor juga terpangkas lebih dari 3%, seiring kecemasan terhadap melambatnya permintaan ekspor global di tengah gejolak pasar yang meluas.