Indeks Kospi Rabu Ditutup Turun Tajam; Saham Teknologi dan Manufaktur Merosot

68
kospi

(Vibiznews – Index) Bursa saham Korea Selatan mengalami kejatuhan yang sangat masif pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu, 2 September 2026. Indeks KOSPI ambles tajam setelah dibuka anjlok di pagi hari, dengan tekanan jual yang terus memuncak hingga membuat indeks berakhir mendekati level terendah hariannya.

Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (Kospi) ditutup ambles 273,08 poin, atau merosot 3,99 persen, dan berakhir pada level 6.562,72. Indeks dibuka di level 6.625,47 dari penutupan kemarin di 6.835,80, sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.694,57 pada awal sesi, sebelum akhirnya tertekan dalam hingga menyentuh level terendah harian di 6.558,30 menjelang penutupan.

Pasar saham Seoul terpukul hebat oleh meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz. Melonjaknya harga minyak mentah Brent ke atas USD 95 per barel memicu kekhawatiran hebat atas pembengkakan biaya energi dan kembalinya tekanan inflasi global, yang menjadi pemberat utama sentimen pasar sepanjang sesi hari ini.

Berdasarkan data dari Korea Exchange, investor asing dan institusi melakukan aksi jual bersih yang masif, masing-masing senilai 1,90 triliun won dan 2,04 triliun won. Sementara itu, investor ritel justru mencatatkan pembelian bersih senilai 2,3023 triliun won, namun aksi beli ritel ini tidak mampu menahan badai penjualan asing dan institusi yang mendominasi pasar.

Sektor teknologi dan manufaktur yang berbobot besar memimpin pelemahan hari ini. Raksasa memori Samsung Electronics ditutup merosot 4,02 persen, sedangkan SK Hynix anjlok 4,73 persen. Di sektor industri lain, saham otomotif seperti Hyundai Motor terjun bebas 5,62 persen. Hampir seluruh sektor berakhir di zona merah, kecuali sektor peralatan medis yang berhasil naik tipis di tengah gejolak pasar secara keseluruhan.

Sejalan dengan bursa utama, indeks Kosdaq yang didominasi saham teknologi turut melanjutkan tren penurunan selama tiga hari berturut-turut dan ditutup di level 803,98, turun 17,27 poin atau 2,10 persen. Di pasar valuta asing, mata uang won sedikit menguat 1,7 won menjadi 1.368,7 won per dolar AS, di tengah tekanan jual besar-besaran yang mewarnai bursa saham Korea Selatan sepanjang perdagangan hari ini.