IHSG Kamis Ditutup Menguat 1,1% ke Level 6.668; Bursa Asia Berakhir Mixed

99
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Kamis sore ini (3/9), terpantau menguat cukup signifikan 72,115 poin (1,09%) ke level 6.667,891 setelah dibuka naik ke level 6.632.828.

IHSG bergerak melanjutkan uptrend ke level 15,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed melanjutkan pasar sebelumnya walau tensi geopolitik Timur Tengah masih panas, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir serempak bangkit dari koreksi 3 harinya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat 0,54% atau 95 poin ke level Rp 17.655, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menurun setelah melemah di sesi global sebelumnya, terkoreksi dari 2,5 minggu tertingginya di antara penguatan yen Jepang serta investor menanti rilis NFP Jumat ini.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.750, serta terpantau melaju ke 15 minggu tertingginya.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 32,885 poin (0,50%) ke level 6.632.828. Sedangkan indeks LQ45 naik 4,470 poin (0,35%) ke level 655,170. Siang ini menguat 63,618 poin (0,96%) ke level 6.663,561. Sementara LQ45 terlihat naik 10,510 poin (1,62%) poin ke level 661,210.

IHSG kemudian menambah gain dan ditutup menguat 72,115 poin (1,09%) ke level 6.667,891. Sementara LQ45 terlihat naik 1,90% atau 12,360 poin ke level 663,060. Tercatat saat ini sebanyak 402 saham naik, 213 saham turun dan 180 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang turun 0,17%, dan Hang Seng yang merosot 0,39%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam uptrend ke area 15,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed melanjutkan pasar sebelumnya walau tensi geopolitik Timur Tengah masih panas, serta mencermati Wall Street yang berakhir bangkit dari koreksi 3 harinya.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan diincar profit taking pendek walau tetap uptrend, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,373 dan bila tembus ke level 6,230.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group