Harga CPO Senin Bergerak Terbatas

56
cpo

(Vibiznews – Commodity) – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah atau CPO bergerak terbatas pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (21/9/2026), di kisaran RM4.896 hingga RM4.913 per metrik ton. Kontrak acuan pengiriman Desember di Bursa Malaysia Derivatives sempat naik tipis 15 ringgit atau 0,31 persen ke level RM4.913 pada awal sesi, sebelum bergerak konsolidasi menahan pelemahan tajam akhir pekan lalu yang sempat menyentuh level RM4.898 per metrik ton.

Pergerakan harga CPO dunia hari ini diwarnai oleh tarik-menarik antara sentimen positif dari pasar minyak nabati Tiongkok dan sentimen negatif dari pasar minyak mentah global. Faktor penahan koreksi utama hari ini berasal dari kenaikan harga minyak kedelai di Bursa Komoditas Dalian, Tiongkok. Sebagai produk substitusi terdekat, kenaikan harga minyak nabati pesaing tersebut secara otomatis mengerek daya tarik komparatif CPO di mata pelaku pasar global. Secara fundamental, pasar jangka menengah juga terus ditopang oleh rencana implementasi kebijakan mandat biodiesel B50 di Indonesia, yang diproyeksikan akan mengalihkan volume besar CPO untuk kebutuhan energi domestik dan memperketat surplus ekspor global di tengah ancaman penurunan produktivitas akibat El Nino.

Di sisi lain, sentimen negatif datang dari penurunan harga minyak mentah dunia, dengan Brent melorot di bawah kisaran US$102 per barel seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Turunnya harga minyak mentah berbasis fosil ini membuat CPO menjadi kurang ekonomis jika dikonversi menjadi bahan baku bahan bakar nabati, sehingga menahan laju penguatan harga pada perdagangan hari ini. Tekanan tambahan datang dari aksi ambil untung, di mana setelah reli panjang ke level tertinggi tahunannya dalam beberapa pekan terakhir, investor dan pengelola dana lindung nilai memanfaatkan momentum untuk merealisasikan keuntungan secara massal.

Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh isu rencana pemangkasan pajak impor minyak nabati oleh India selaku importir terbesar dunia, yang memicu spekulasi bahwa perdagangan global akan beralih ke minyak biji-bijian domestik yang lebih murah. Kombinasi antara sentimen positif dari minyak nabati pesaing dan tekanan dari pasar energi serta aksi ambil untung ini membuat harga CPO cenderung bergerak rangebound sepanjang perdagangan hari ini, tanpa arah tren yang tegas ke salah satu sisi.