Poundsterling Rabu Turun Tertekan Pelemahan Data PMI dan Penguatan Dolar AS

97
gbpusd

(Vibiznews – Forex) Poundsterling Inggris bergerak melemah ke level terendahnya sejak akhir Juli, pada hari Rabu, 23 September 2026, di tengah sikap investor yang mencermati perkembangan situasi di Timur Tengah serta data PMI Inggris yang lebih lemah dari perkiraan, sementara dolar AS tetap mendapat dukungan berkat ekspektasi pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh Federal Reserve.

Pasangan mata uang GBP/USD bergerak turun 0,42% pada 1.3287.

Data awal PMI bulan September menunjukkan bahwa aktivitas sektor swasta Inggris terus berekspansi, kendati laju pertumbuhannya melambat dan sedikit di bawah ekspektasi. Perusahaan jasa menyebutkan permintaan domestik yang lesu dan ketidakpastian geopolitik sebagai faktor penghambat, sementara sektor jasa teknologi memberikan dukungan. Di sektor manufaktur, investasi kecerdasan buatan (AI) dan peningkatan belanja pertahanan terus mendorong aktivitas.

Harga minyak mentah Brent turun seiring rencana Arab Saudi untuk mengoperasikan kembali jalur pipa utama dan adanya tanda-tanda kemajuan dalam perundingan AS-Iran.

Meskipun harga minyak melandai, ekspektasi mengenai pengetatan kebijakan lanjutan oleh Bank of England tetap kuat, dengan pasar masih memperhitungkan kemungkinan besar kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan November.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Poundsterling dapat bergerak turun terpicu pelemahan data PMI Inggris penguatan dolar AS. Pasangan mata uang GBP/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.3251-1.3215. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.3336-1.3385.