Harga CPO Rabu Terbebani Penurunan Harga Minyak Mentah

46
cpo sawit

(Vibiznews – Commodity) – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah atau CPO ditutup cenderung bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan hari ini, Rabu (23/9/2026). Setelah mengalami tekanan penurunan beruntun dalam empat hari sebelumnya, pasar CPO di bursa komoditas regional hari ini mengalami sedikit stabilisasi dan konsolidasi teknikal. Kontrak acuan CPO di Bursa Malaysia Derivatives bergerak stabil di kisaran RM4.810 hingga RM4.850 per metrik ton, setelah penurunan tajam kemarin ketika kontrak November anjlok ke RM4.731 per metrik ton dan Desember ke RM4.810 per metrik ton. Hari ini harga mencatatkan perbaikan minor di sepanjang jalur kurva pengiriman Oktober 2026 hingga Mei 2027.

Faktor utama yang membatasi pemulihan harga CPO dunia hari ini adalah dampak kejatuhan harga minyak mentah global. Minyak mentah Brent yang merosot ke kisaran US$98 hingga US$100 per barel secara otomatis menekan harga komoditas nabati. Penurunan harga minyak bumi ini membuat konversi CPO menjadi bahan bakar nabati atau biodiesel menjadi kurang ekonomis, sehingga meredam laju permintaan dari industri energi. Pasar juga masih dibayangi oleh lesunya kinerja ekspor, di mana estimasi ekspor produk minyak sawit Malaysia sepanjang periode 1–20 September berjalan dilaporkan merosot antara 12,8 persen hingga 24,7 persen secara bulanan. Penurunan ekspor global yang dibarengi lonjakan produksi musiman di hulu ini memperbesar ekspektasi pasar akan terjadinya penumpukan inventaris stok di gudang.

Meski demikian, reli penurunan harga CPO tertahan dari kejatuhan yang lebih dalam berkat komitmen kuat jangka panjang pemerintah Indonesia dalam mempercepat implementasi biodiesel B50. Kebijakan ini diproyeksikan akan menyerap volume pasokan CPO domestik secara masif untuk kebutuhan bahan bakar dalam negeri, sehingga memperketat kuota ekspor global di masa depan. Pasar juga mendapatkan dorongan psikologis dari rumor berkelanjutan bahwa pemerintah India selaku konsumen terbesar dunia tengah mempertimbangkan kebijakan pelonggaran tarif pajak impor minyak nabati. Sinyal peningkatan impor dari India, setelah mencatatkan kenaikan 7 persen pada bulan Agustus, turut menopang stabilitas harga fisik pada perdagangan hari ini.

Sejalan dengan pergerakan di Bursa Malaysia, harga dasar CPO dalam tender fisik domestik di KPBN Inacom mengikuti pelemahan akumulatif sebelumnya, berada di kisaran Rp15.621 hingga Rp15.696 per kilogram. Kondisi ini turut memicu penurunan tipis pada penetapan harga tandan buah segar sawit di tingkat petani swadaya di sejumlah wilayah regional.