Rekomendasi Harian Indeks Nikkei 24 September 2026

64
nikkei

(Vibiznews – Index) Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka melonjak tajam pada perdagangan hari ini, Kamis, 24 September 2026, seiring bursa saham Tokyo resmi dibuka kembali setelah sempat libur nasional tiga hari beruntun sejak awal pekan.

Berdasarkan pemantauan pasar hingga pertengahan sesi pertama, Indeks Nikkei 225 bergerak sangat volatil di rentang 65.620 hingga 66.120 dan saat ini bertengger kuat di zona hijau pada level 65.980,50, melesat sekitar 1,48%. Karena bursa saham tunai Tokyo libur penuh sejak Senin hingga Rabu kemarin, posisi harga resmi terakhir indeks Nikkei 225 mengacu pada penutupan akhir pekan lalu, Jumat 18 September 2026, di mana indeks melonjak kuat 882,70 poin, atau naik 1,38%, ditutup di level 65.018,95. Pada sesi terakhir tersebut, indeks bergerak dari titik terendah harian di 64.403,85 hingga ditutup mendekati titik tertinggi harian di 65.436,57.

Lonjakan masif Nikkei 225 pada pembukaan pasca libur panjang didikte oleh akumulasi sentimen global dan pasar mata uang. Pertama, pelemahan nilai tukar yen yang agresif. Selama hari libur bursa domestik, mata uang yen Jepang terus bergerak melemah terbatas hingga menembus kisaran 157,40 yen per dolar AS. Depresiasi yen ini menjadi katalis positif utama yang memicu aksi borong saham pada emiten raksasa berorientasi ekspor seperti otomotif Toyota dan Honda serta manufaktur alat berat, karena secara instan mendongkrak proyeksi margin pendapatan luar negeri mereka.

Kedua, akumulasi euforia sektor AI dan semikonduktor global. Nikkei 225 mengabaikan koreksi semalam di Wall Street karena pasar fokus merespons akumulasi keuntungan rebound historis Nasdaq pada awal pekan, termasuk reli saham cip AMD yang menembus kapitalisasi USD 1 triliun dan Meta yang naik 11%. Saham-saham berbobot besar penentu arah indeks seperti Tokyo Electron dan SoftBank Group memimpin reli kenaikan pagi ini.

Ketiga, aksi buru saham murah. Pelaku pasar domestik memanfaatkan pembukaan kembali bursa untuk mengejar ketertinggalan sentimen positif global yang terakumulasi selama tiga hari terakhir saat pasar Tokyo tutup.

Meski demikian, kenaikan Nikkei sedikit tertahan dari reli yang lebih tinggi akibat melesatnya imbal hasil surat utang US Treasury tenor 10 tahun ke level 5,11% semalam, yang membatasi risk appetite investor asing jangka pendek di Asia.

Analisis Teknikal: Support, Resistance, dan Pivot

Mengacu pada pergerakan harga sesi Jumat, 18 September 2026 sebagai basis kalkulasi, dengan level tertinggi 65.436,57, terendah 64.403,85, dan penutupan di 65.018,95, berikut proyeksi teknikal untuk perdagangan hari ini:

Kategori | Level | Kategori | Level
R3 | 67.484 | S1 | 64.535
R2 | 66.451 | S2 | 63.502
R1 | 65.916 | S3 | 62.986
Pivot | 65.419 | |
Buy Avg | 65.700 | Sell Avg | 66.200

Rekomendasi Perdagangan

Analyst Vibiz Research menilai bahwa posisi Indeks Nikkei 225 saat ini di level 65.980,50 telah bergerak di atas area Pivot Point 65.419 dan bahkan telah menembus level Resistance 1 di 65.916, mengonfirmasi momentum bullish yang sangat kuat pada pembukaan pasca libur panjang ini, ditopang oleh pelemahan yen dan euforia sektor teknologi global.

Bagi pelaku pasar yang sudah memiliki posisi beli sejak sebelum libur, disarankan untuk mulai menerapkan strategi trailing stop guna mengamankan keuntungan portofolio, mengingat kenaikan tajam yang telah menembus level resisten awal berpotensi memicu aksi ambil untung begitu indeks mendekati area Resistance 2 di 66.451, terutama mengingat lonjakan yield obligasi AS masih berpotensi membatasi penguatan lebih lanjut pada sesi kedua.

Sementara itu, bagi investor yang baru berencana mengambil posisi beli, sangat disarankan untuk menahan diri dan menunggu momen koreksi wajar mendekati area Pivot Point di kisaran 65.419, atau area Buy Avg di 65.700. Keputusan membeli pada area harga puncak setelah reli setajam ini memiliki profil risiko yang cukup besar, mengingat pasar masih perlu mengonfirmasi keberlanjutan sentimen positif ini di tengah dinamika yield obligasi global yang masih fluktuatif.