Rekomendasi Harga Kopi Arabika 28 September 2026

96

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka New York terpantau menguat tipis pada perdagangan hari Jumat (25 September 2026). Harga naik 1,18 persen ke level 278,60 sen dolar AS per pon dari penutupan sebelumnya di 275,35. Meski demikian, secara keseluruhan harga masih berada di bawah tekanan sentimen pasokan dunia yang melimpah, dengan penurunan sekitar 13,52 persen dalam sebulan terakhir dan 26,31 persen secara tahunan.

Pergerakan kontrak berjangka kopi arabika saat ini bergerak konsolidasi di kisaran 275 hingga 279 sen dolar AS per pon. Sehari sebelumnya, harga sempat diperdagangkan di bawah 2,80 dolar AS per pon, mendekati level terendah sejak Juni.

Tekanan penurunan harga yang dominan bersumber dari proyeksi surplus global. International Coffee Organization (ICO) memperkirakan produksi global musim 2025/2026 tumbuh 4,4 persen secara tahunan menjadi rekor 183,6 juta kantong, sementara konsumsi diperkirakan turun 0,9 persen menjadi 180,6 juta kantong. Kondisi ini menghasilkan surplus sekitar 3 juta kantong, yang menjadi surplus pertama dalam lima tahun terakhir.

Arus pasokan dari Brasil juga terus menekan pasar. Ekspor kopi Brasil pada Agustus melonjak 31 persen secara tahunan ke rekor 4,155 juta kantong. Data Secex menunjukkan pengiriman hijau Brasil pada awal September masih kuat, dengan kenaikan lebih dari 50 persen. Volume besar kopi arabika asal Brasil juga dilaporkan menuju gudang ICE, yang berpotensi mengisi kembali stok bursa yang selama ini berada di level rendah.

Dari sisi cuaca, kondisi di Brasil relatif mendukung tanaman. Climatempo melaporkan wilayah Minas Gerais, sentra utama arabika Brasil, menerima curah hujan 59,4 mm dalam sepekan, atau 1.212 persen dari rata-rata historis. Hujan ini menjadi faktor bearish karena mendukung fase awal perkembangan tanaman untuk panen berikutnya. Di pasar uang, pelemahan dolar AS yang terlihat pada sesi Jumat turut memberi ruang bagi pemulihan harga komoditas, dengan kurs USD/BRL turun tipis ke kisaran 5,18.

Kendati dihimpit sentimen negatif, pelaku pasar masih mewaspadai faktor risiko yang menjadi bantalan harga. Stok arabika di gudang ICE masih berada di level terendah dalam 27 tahun, sehingga pasar praktis tidak memiliki penyangga bila terjadi gangguan pasokan. Selain itu, kondisi El Niño yang kuat berpotensi mengganggu tahap-tahap penting siklus tanaman kopi seperti pembungaan, pembentukan buah, dan pematangan. Gangguan pasokan akibat gempa di Kolombia, produsen arabika terbesar kedua dunia, juga masih menjadi faktor penyokong harga.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi arabika masih akan dibayangi tren penurunan akibat prospek surplus pasokan dunia dan derasnya ekspor Brasil. Namun, rendahnya stok bursa dan risiko cuaca membuat ruang pemulihan tetap terbuka, sehingga volatilitas diperkirakan masih tinggi. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menekan area Support di kisaran 274,00 hingga 269,00. Namun apabila terjadi aksi beli merespons risiko cuaca dan stok bursa yang tipis, harga akan mencoba merangkak naik menuju area Resistance di 284,00 hingga 289,00.