Kospi Senin Ditutup Merosot Tertekan Geopolitik Timur Tengah dan Saham Teknologi

74
kospi
(Vibiznews – Index) – Bursa saham Korea Selatan mencatatkan pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan awal pekan ini (28/9/2026) akibat permasalahan di Timur Tengah dan merosotnya saham teknologi besar. 
Indeks harian acuan Kospi berbalik arah menghapus penguatan yang terjadi pada sesi sebelumnya di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik Timur Tengah dan melonjaknya harga minyak dunia.
Harga minyak mentah acuan Brent terpantau naik menembus level $105 per barel. Kenaikan ini dipicu oleh langkah Amerika Serikat yang menolak proposal bersyarat dari Iran terkait perlintasan perairan vital di Selat Hormuz.
Selain tekanan dari harga energi, sentimen pasar juga diberatkan oleh pergerakan pasar obligasi global. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun  bertahan di dekat level tertingginya sejak Juli 2007.
Posisi yield atau imbal hasil yang tinggi ini kembali memicu kekhawatiran pelaku pasar akan makin ketatnya kondisi keuangan global serta menguatnya ekspektasi atas kebijakan suku bunga tinggi lanjutan.
Kondisi makroekonomi yang kurang kondusif tersebut memicu aksi ambil untung (profit taking) yang masif oleh para investor, terutama pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.
Indeks harian Kospi anjlok 2,70% ke level 6.890, demikian untuk indeks Kospi 200 berjangka bulan Desember 2026 ditutup anjlok 3,44% ke posisi 1088,90.
Duo raksasa semikonduktor Korea Selatan, Samsung Electronics dan SK hynix, masing-masing merosot tajam sebesar 4,73% dan 4,56%.
Tekanan jual juga melanda emiten besar lainnya; saham SK Square anjlok 7,56%, Samsung C&T turun 5,72%, SK Inc melemah 4,91%, dan Hyosung Heavy Industries terkoreksi 4,01%.
Meski indeks ditutup terperosok cukup dalam, prospek fundamental yang solid dari industri chip berhasil memberikan sentimen positif penyeimbang yang mencegah penurunan lebih parah.
Sektor semikonduktor masih menjadi jangkar ekspektasi pasar, di mana Samsung Electronics diproyeksikan akan mencetak laba operasi kuartal ketiga yang luar biasa hingga melampaui KRW 100 triliun.
Selain itu, sentimen pelaku bisnis di sektor semikonduktor juga mencetak rekor tertinggi menyongsong kuartal keempat tahun ini.