Nikkei Awal Pekan Tergelincir, Akhiri Reli 5 Hari Tertekan Ketegangan AS-Iran

87
(Vibiznews – Index) – Keuntungan awal sesi perdagangan saham di bursa Jepang hari Senin (28/9/2026) tergerus dengan penutupan indeks yang masuk zona merah.
Indeks harian Nikkei anjlok dari posisi tertinggi dalam 2 pekan yang dicapai akhir pekan lalu dan sekaligus mengakhiri rely dalam lima sesi berturut-turut.
Penurunan indeks Nikkei ini dipicu oleh sentimen negatif dari lonjakan harga minyak dunia, setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Sementara itu, pihak Teheran dengan tegas menyatakan tidak akan melonggarkan syarat-syaratnya untuk kembali membuka jalur perairan vital tersebut.
Dari sisi makroekonomi, imbal hasil (yield) obligasi global kembali merangkak naik di tengah masih tingginya risiko inflasi.
Kondisi tersebut semakin meningkatkan ekspektasi pasar akan adanya pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut dari bank-bank sentral utama.
Di sektor teknologi, para investor cenderung bersikap lebih wait and see menjelang rilis laporan keuangan Micron Technology pada akhir pekan ini. Laporan tersebut dinanti karena diharapkan dapat memberikan petunjuk lebih jelas mengenai prospek permintaan perangkat keras yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI).
Sementara itu, dari Tiongkok dilaporkan bahwa pemerintah setempat memberikan indikasi untuk mengizinkan sejumlah perusahaan membeli chip RTX Pro 5500 terbaru dari Nvidia Corp., memberikan sinyal beragam di tengah ketegangan perdagangan teknologi global.
Sentimen kehati-hatian ini memicu aksi jual pada sejumlah saham teknologi berkapitalisasi besar di bursa Jepang.

Indeks harian Nikkei anjlok 0,73% dan ditutup pada level 65.878, demikian untuk indeks Topix turun 0,40% menjadi 4.112.

Demikian untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Desember 2026 anjlok 1,12% pada posisi 65570.

Saham-saham yang ikut membebani Nikkei awal pekan seperti Kioxia dan Ibiden Co masing-masing mencatatkan penurunan signifikan sebesar 4,4%, sementara saham Lasertec juga melemah sebesar 2,2%.