Harga Minyak Brent di Pasar Asia Tembus $106 di Tengah Ketidakpastian Negoisasi AS-Iran

79

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia untuk jenis Brent melanjutkan tren kenaikannya hingga melampaui level $106 pada perdagangan komoditas sesi Asia hari Selasa (29/9/2026).

Penguatan harga minyak mentah acuan dunia ini didorong oleh berlanjutnya ketidakpastian terkait negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang imbasnya melampaui sentimen positif dari dibukanya kembali aliran minyak melalui pipa Timur-Barat (East-West pipeline) milik Arab Saudi.

Para pejabat Iran dilaporkan meragukan kemungkinan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri ketegangan di Timur Tengah serta membuka kembali Selat Hormuz sebelum pelaksanaan pemilu sela (midterm elections) AS pada November mendatang.

Pembicaraan diplomatik terbaru antara AS dan Iran di New York sejauh ini hanya membuahkan kemajuan terbatas. Presiden AS Donald Trump secara tegas menolak usulan terbaru Teheran untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

Meskipun menolak usulan Teheran, Presiden Trump dilaporkan masih membuka peluang pemberian keringanan sanksi ekonomi bagi Iran serta pencairan dana yang dibekukan, apabila terdapat kemajuan yang nyata menuju kesepakatan nuklir.

Di sisi lain, Arab Saudi dilaporkan telah berhasil memulihkan aliran minyak hingga mencapai sekitar 3,5 juta barel per hari.

Pemulihan pasokan ini terwujud setelah rampungnya perbaikan pada pipa utama Timur-Barat, yang menjadi jalur distribusi alternatif untuk menghindari Selat Hormuz.

Harga spot minyak mentah Brent  berada di posisi $106,80 atau naik 1,62%, untuk kontrak berjangka bulan Desember 2026 yang paling banyak diperdagangkan di ICE AS naik  1,60% menjadi $99,43 per barel.

Secara teknikal, pergerakan harga minyak Brent saat ini dalam bias positif yang kuat setelah menembus level $106. Jika tren positif berlanjut, Brent berpotensi menguji kisaran resisten berikutnya $107,10 – $110,50.