(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir mixed hari Senin, 28 September 2026, terpicu sentimen ketidakpastian akses Selat Hormuz, namun diimbangi pernyataan Presiden Trump untuk memberikan keringanan sanksi kepada iran.
Harga minyak mentah berjangka WTI ditutup naik 0,21% pada $92,60 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup turun 0,72% pada $97,83 per barel.
Harga minyak mentah menghapus hampir seluruh kenaikan awal pada hari Senin setelah seorang pejabat AS menyatakan bahwa Presiden Trump bersedia memberikan keringanan sanksi kepada Iran sebagai imbalan atas kemajuan nyata dalam masalah nuklir.
Selain itu, penurunan crack spread minyak mentah ke level terendah dalam satu bulan pada hari Senin turut menekan harga minyak mentah. Crack spread yang lebih lemah mengurangi minat perusahaan kilang untuk membeli minyak mentah dan mengolahnya menjadi bensin serta produk distilat.
Harga minyak mentah awalnya melonjak tajam pada hari Senin karena memudarnya harapan akan terobosan segera untuk mengakhiri konflik dengan Iran dan membuka kembali Selat Hormuz, setelah Presiden Trump menolak usulan terbaru Iran untuk mengakhiri konflik tersebut. The Wall Street Journal melaporkan bahwa para negosiator AS mendesak Iran untuk memberikan konsesi terkait program nuklirnya guna menghidupkan kembali pembicaraan damai dan memuaskan Presiden Trump dalam isu yang menjadi prioritas utamanya tersebut.
Di sisi lain, harga minyak mentah mendapat dukungan pada hari Senin setelah milisi Houthi yang didukung Iran di Yaman melancarkan serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal terhadap Arab Saudi selama akhir pekan.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik dengan masih adanya ketidakpastian akses Selat Hormuz dengan belum adanya kesepakatan AS-Iran, yang masih meningkatkan ketegangan kedua negara.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $95,68-$98,75. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $90,39-$88,17.
Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $100,65-$103,46. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $95,61-$93,38.








