(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa pagi ini (29/9), terpantau merosot 106,289 poin (1,73%) ke level 6.041,570 setelah dibuka turun ke level 6.118.806.
IHSG bergerak tambah bearish ke area 13 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka bias melemah di tengah tingginya yields surat berharga AS dan tensi geopolitik Timur Tengah yang memanas, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir dalam tekanan jual.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih melemah terbatas 0,06% atau 10 poin ke level Rp 17.960, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah menguat di sesi global sebelumnya, menghampiri area 8,5 minggu tertingginya oleh tensi geopolitik Timur Tengah yang memanas dan hawkish the Fed.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.970, serta terpantau tertahan lemah di area 2 bulan terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah 29,053 poin (0,47%) ke level 6.118.806. Sedangkan indeks LQ45 turun 5,346 poin (0,87%) ke level 607,772. Pagi ini melemah 106,289 poin (1,73%) ke level 6.041,570. Sementara LQ45 terlihat turun 11,345 poin (1,85%) poin ke level 601,773.
Tercatat saat ini 78 saham naik, 605 saham turun dan 99 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street semalam ditutup melemah, di tengah tingginya yields U.S. Treasury dan harga minyak dunia yang terus melaju di atas $100 oleh panasnya tensi dari konflik Selat Hormuz. Dow Jones berakhir turun 0,67%, S&P 500 melemah 0,77%, serta Nasdaq menanjak 0,92%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang merosot 0,87%, dan Hang Seng yang turun 0,57%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertekan di hari keempat ke 13 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya bias melemah di tengah tingginya yields obligasi AS dan tensi geopolitik Timur Tengah yang memanas, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir loss kembali.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan konsolidasi pendek, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.380 dan 6.521. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,002 dan bila tembus ke level 5,839.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group






