Rekomendasi Harga Gula 29 September 2026

28

(Vibiznews – Commodity) Harga gula mentah di bursa komoditi berjangka internasional New York, berakhir turun pada hari Senin, 28 September 2026.

Harga gula berjangka kontrak Oktober 2026 ditutup turun 0,23% pada 17,46 sen per pon.

Faktor utama yang membuat harga tetap tertekan adalah besarnya posisi beli spekulatif yang masih menumpuk di pasar. Berdasarkan laporan Commitment of Traders per 22 September, posisi beli bersih spekulatif tercatat sebesar 146.790 lot, meski pelaku pasar spekulatif mulai menutup sebagian posisinya dengan melepas 20.800 lot posisi beli dan 6.300 lot posisi jual pada pekan pelaporan terakhir. Pelaku komersial, baik produsen maupun pengguna akhir, turut memangkas posisi mereka masing-masing sebesar 41.100 lot posisi jual dan 16.900 lot posisi beli, mengindikasikan berkurangnya keyakinan arah pasar dalam jangka pendek.

Di sisi fundamental, ruang penurunan harga gula mentah global masih tertahan oleh proyeksi defisit pasokan jangka panjang. Organisasi Gula Internasional (ISO) pada awal September memperkirakan produksi gula global musim 2026/27 turun 1 persen secara tahunan menjadi 180,1 juta metrik ton, dengan defisit sebesar 200 ribu metrik ton, berbanding surplus 1,1 juta metrik ton pada musim 2025/26. Lembaga riset StoneX turut mempersempit estimasi defisit gula global 2026/27 menjadi 900 ribu metrik ton dari proyeksi Juli sebesar 1,7 juta metrik ton, mencerminkan meredanya sebagian kekhawatiran atas ketatnya pasokan. Di sisi lain, Thai Sugar Millers Corp memproyeksikan produksi gula Thailand pada musim 2026/27 berpotensi anjlok 17 persen secara tahunan menjadi 10 juta metrik ton, akibat risiko cuaca kering terkait anomali iklim El Nino yang masih membayangi wilayah perkebunan tebu di kawasan produsen utama Asia.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula mentah berpotensi masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah, seiring aksi profit taking dari posisi beli spekulatif yang masih besar serta lambatnya serapan komersial. Harga gula mentah diperkirakan akan bergerak menguji kisaran support terdekat di 17,25 hingga 17,04. Namun, apabila kekhawatiran terhadap ancaman produksi Thailand dan dampak El Nino kembali memicu aksi beli teknikal di pasar, pergerakan harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran resistance 17,75 hingga 18,04.