Rekomendasi Forex Dolar AS 1 Oktober 2026 : Harapkan Dukungan Data Ekonomi dan Pernyataan Pejabat Fed

37

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir naik pada hari Rabu, 30 September 2026, setelah imbal hasil Treasury AS meningkat.

Indeks dolar AS ditutup naik 0,06% pada 101,46.

Penguatan ekonomi AS mendukung dolar AS setelah angka PDB kuartal kedua direvisi naik, serta data perubahan lapangan kerja ADP bulan September dan MNI Chicago PMI bulan September mencatat kenaikan yang melampaui perkiraan. Selain itu, belanja pribadi bulan Agustus mencatat kenaikan terbesar dalam lima bulan terakhir.

PDB AS kuartal kedua direvisi naik menjadi +2,2% (kuartalan yang disetahunkan/q/q annualized), lebih kuat dari perkiraan yang sebelumnya memperkirakan angka tetap di +1,5%, seiring revisi naik pada konsumsi pribadi kuartal kedua menjadi +3,8% dari angka +3,4% yang dilaporkan sebelumnya.

Data perubahan lapangan kerja ADP AS bulan September naik sebesar +90.000, lebih kuat dibandingkan perkiraan sebesar +75.000.

Indeks MNI Chicago PMI AS untuk bulan September naik 11,7 poin menjadi 58,8; angka ini melampaui ekspektasi sebesar 51,0 dan mencerminkan laju ekspansi tercepat dalam empat bulan terakhir.

Belanja pribadi AS bulan Agustus naik +0,9% secara bulanan (m/m), sesuai dengan perkiraan dan merupakan kenaikan terbesar dalam lima bulan. Pendapatan pribadi bulan Agustus naik +0,2% m/m, lebih rendah dari perkiraan sebesar +0,5% m/m.

Dolar AS juga didukung kenaikan harga minyak mentah WTI sebesar +1% pada hari Rabu meningkatkan ekspektasi inflasi yang dapat mendorong The Fed untuk memperketat kebijakan moneter, sebuah faktor yang mendukung penguatan dolar.

Dolar AS sempat bergerak turun pada hari Rabu karena data ekonomi AS menunjukkan angka inflasi yang lebih rendah dari perkiraan pada indeks harga PCE inti bulan Agustus dan indeks harga PCE inti kuartal kedua, sehingga mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed bulan depan.

Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan FOMC bulan Oktober turun menjadi 37% pada hari Rabu dari 52% pada hari Selasa.

Indeks harga PCE inti AS bulan Agustus—indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed—naik +0,2% m/m dan +3,0% secara tahunan (y/y), lebih rendah dari perkiraan sebesar +0,3% m/m dan +3,3% y/y.

Pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 37% bagi kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin (bp) pada pertemuan FOMC berikutnya, yang dijadwalkan pada 27-28 Oktober.

Malam nanti akan dirilis Initial Jobless Claims AS minggu lalu, yang diindikasikan meningkat.

Juga akan dirilis data ISM Manufacturing PMI September AS yang diindikasikan meningkat.

Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed barkin, Collins, Schmid, Williams.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik dengan meningkatnya imbal hasil Treasury AS yang dapat menekan pasar saham. Kebuntuan negosiasi AS-Iran yang dapat meningkatkan permintaan safe haven dolar AS. Juga jika data ekonomi AS terealisir lebih baik dan pernyataan pejabat Fed bersifat hawkish terhadap kebijakan suku bunga Fed, akan menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 101,65-101,83. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 101,15-100,83.