Wall Street Akhir September Mixed, Meski Inflasi PCE Melambat Namun Kenaikan Harga Minyak Membebani

61

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari (1/10/2026), di tengah optimisme investor terhadap data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan serta kekhawatiran berlanjut mengenai kenaikan harga minyak yang berpotensi menjaga tekanan inflasi tetap tinggi.

Indeks S&P 500 berakhir melemah 0,24% dan Dow Jones  turun 0,86%. Sebaliknya, indeks teknologi Nasdaq berhasil menguat 0,25% didukung kenaikan saham-saham teknologi besar dan produsen semikonduktor.

Tekanan jual saham pada sektor keuangan menjadi salah satu faktor utama yang membebani pergerakan Dow Jones dan S&P 500.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tetap tinggi seiring rebound harga minyak memicu kekhawatiran bahwa tekanan inflasi berbasis energi masih dapat menghambat pelonggaran kebijakan moneter The Federal Reserve.

Sentimen pasar juga dipengaruhi minimnya kemajuan dalam perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu spekulasi bahwa pasokan minyak global masih akan tetap ketat sehingga menopang harga energi.

Dari laporan ekonomi AS, data inflasi memberikan dorongan positif bagi pasar dimana Indeks Core Personal Consumption Expenditures (Core PCE) tercatat naik 0,2% pada Agustus atau lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Data tersebut meningkatkan harapan bahwa bank sentral AS (Federal Reserve) akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya dan menunda rencana kenaikan suku bunga tambahan.

Saham-saham yang terkait dengan tema kecerdasan buatan (AI) dan sektor chip bergerak menguat menjelang laporan kinerja Micron Technology yang dirilis setelah penutupan pasar. Saham Alphabet naik 0,9%, Microsoft menguat 0,8%, Nvidia bertambah 0,5%, sementara Intel melonjak 3,7%. Adapun saham Micron ditutup relatif tidak berubah.

Secara bulanan, kinerja indeks utama Wall Street menunjukkan pergerakan yang beragam. S&P 500 mencatat penurunan 0,4%, Nasdaq 100 menguat 3,2%, sedangkan Dow Jones kehilangan sekitar 2.280 poin sepanjang bulan berjalan.

Indeks utama Wall Street membukukan kinerja kuartalan yang beragam pada Q3 2026 (periode Juli-September). Nasdaq Composite dan S&P 500 mencatat kenaikan kuartal kedua berturut-turut, sementara Dow Jones Industrial Average mengakhiri kuartal di zona negatif