(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir naik hari Rabu, 30 September 2026, dengan serangan kapal-kapal di Selat Hormuz memicu kekhawatiran pengetatan pasokan.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS ditutup naik 1,16% pada $90,42 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup naik 1,79% pada $97,88 per barel.
Serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz terus berlanjut setelah badan UK Maritime Trade Operations melaporkan bahwa tiga kapal tanker terkena serangan di selat tersebut pada hari Selasa.
Harga minyak mentah melonjak tajam setelah Rusia memperpanjang larangan ekspor diesel, yang semakin memperketat pasokan di pasar global.
Harga minyak mentah mendapat dukungan pada hari Rabu setelah Rusia mengumumkan perpanjangan larangan sebagian besar ekspor diesel hingga bulan Oktober, yang semakin memperketat pasar global. Rusia mulai menerapkan larangan ekspor diesel pada bulan Juli setelah serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal Ukraina merusak kilang-kilang minyak Rusia.
Harga minyak kembali menguat pada hari Rabu setelah data mingguan EIA menunjukkan penurunan stok bensin ke level terendah dalam hampir 12 tahun dan stok distilat juga turun secara tak terduga.
Laporan EIA hari Rabu menunjukkan bahwa (1) inventaris minyak mentah AS per 25 September berada +2,0% di atas rata-rata musiman 5 tahun, (2) inventaris bensin berada -7,0% di bawah rata-rata musiman 5 tahun, dan (3) inventaris distilat berada -13,0% di bawah rata-rata musiman 5 tahun. Produksi minyak mentah AS pada pekan yang berakhir 25 September naik +0,1% secara mingguan (w/w) mencapai rekor tertinggi baru sebesar 13,955 juta bpd.
Namun, harga minyak mentah sempat turun dari level tertingginya pada hari Rabu setelah indeks dolar ($DXY) pulih dari penurunan awal dan bergerak naik.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak turun jika penguatan dolar AS berlanjut dan meningkatnya pasokan minyak mentah mingguan yang dirilis EIA. Namun jika ketegangan di Selat Hormuz terus meningkat, akan menguatkan harga minyak.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $88,68-$86,94. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $92,06-$93,70.
Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $95,58-$93,29. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $99,72-$101,57.








