Rekomendasi Harga Perak 1 Oktober 2026 : Dapat Tertekan Penguatan Dolar AS

86

(Vibiznews – Commodity) Harga perak ditutup naik pada hari Rabu, 30 September 2026, tertekan penguatan dolar AS.

Harga perak spot ditutup turun 1,74% pada $60,40.

Harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup turun 0,96% pada $60,57.

Harga perak turun tertekan pemulihan indeks dolar dari penurunan awal dan pergerakannya ke arah yang lebih tinggi.

Selain itu, kenaikan harga minyak mentah sebesar +1% pada hari Rabu meningkatkan ekspektasi inflasi dan dapat mendorong bank sentral dunia memperketat kebijakan moneter mereka, yang merupakan faktor bearish bagi logam mulia.

Selain itu, berita pada hari Rabu yang menunjukkan angka IHK (CPI) Jerman bulan September lebih tinggi dari perkiraan memberikan sentimen hawkish bagi kebijakan ECB dan berdampak negatif terhadap logam mulia.

Juga kenaikan imbal hasil Treasury AS pada hari Rabu turut menekan harga logam mulia.

Namun penurunan harga perak berkurang setelah mendapat sentimen positif dari data PDB kuartal kedua AS direvisi naik, yang menjadi faktor pendukung bagi permintaan logam industri.

Malam nanti akan dirilis Initial Jobless Claims AS minggu lalu, yang diindikasikan meningkat.

Juga akan dirilis data ISM Manufacturing PMI September AS yang diindikasikan meningkat.

Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed barkin, Collins, Schmid, Williams.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak turun jika penguatan dolar AS berlanjut. Demikian juga jika data ekonomi AS terealisir meningkat dan pernyataan pejabat Fed bernada hawkish bagi kebijakan suku bunga Fed dapat menguatkan dolar AS, akan menekan harga perak.

Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $59,74-$59,08. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $61,38-$62,36.

Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $59,93-$59,29. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $61,66-$62,75.