(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Kamis sore ini (1/10), terpantau melemah cukup signifikan 61,636 poin (1,02%) ke level 6.009,502 setelah dibuka turun ke level 6.062.894.
IHSG bergerak tertekan 6 hari ke level 11,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat di tengah mendatarnya harga minyak mentah dunia dan yields obligasi AS yang masih tinggi, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir mixed dan agak terbatas.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,48% atau 85 poin ke level Rp 17.945, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menanjak setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya, rally ke level 3,5 bulan tertingginya di antara bertahan tingginya yields U.S. Treasury sembari menantikan data NFP akhir minggu.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.860, serta terpantau menggerus rebound kuat kemarin dari area seminggu tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah 8,244 poin (0,14%) ke level 6.062.894. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,095 poin (0,35%) ke level 599,085. Siang ini IHSG melemah 10,847 poin (0,18%) ke level 6.060,291. Sementara LQ45 terlihat turun 2,612 poin (0,43%) poin ke level 598,568.
IHSG kemudian bertahan di zona merah dan ditutup melemah 61,636 poin (1,02%) ke level 6.009,502. Sementara LQ45 terlihat turun 1,18% atau 7,108 poin ke level 594,072. Tercatat saat ini 206 saham naik, 450 saham turun dan 134 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 3,30%, dan Kospi yang naik 1,95%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertahan sekitar 11,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat di tengah menurunnya harga minyak mentah dunia, serta mencermati Wall Street yang berakhir terkoreksi terbatas.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih bias negatif, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.380 dan 6.521. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,002 dan bila tembus ke level 5,839.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group






