Harga Kopi Arabika Kamis Merosot Tertekan Penguatan Dolar AS

52
kopi

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditas berjangka New York berakhir lebih tinggi pada hari Rabu, terpicu kondisi kering di Brasil dapat mengganggu prospek panen kopi Brasil musim 2026/27, yang saat ini sedang berada pada tahap pembungaan yang sangat krusial.

Harga kopi arabika berjangka kontrak Desember 2026 ditutup naik 0,43% pada 290,70.

Ahli meteorologi dari Climatempo memperkirakan kecilnya peluang hujan di wilayah Minas Gerais, Brasil—daerah penghasil kopi arabika terbesar di negara tersebut—selama sepekan ke depan.

Kekhawatiran bahwa pola cuaca El Niño dapat berdampak buruk pada panen kopi Brasil tahun depan mendorong kenaikan harga. Pedagang kopi komersial menyatakan bahwa pola cuaca El Niño berpotensi menunda turunnya hujan di Brasil pada bulan September dan Oktober—masa di mana pohon kopi biasanya berbunga—sehingga dapat merugikan panen kopi Brasil musim 2026/27.

Namun perlu dicermati pergerakan dolar AS yang terus meningkat seiring lonjakan kenaikan imbal hasil Treasury AS dan harga minyak.

Terpantau harga kopi arabika malam ini bergerak turun 2,06% pada 284,70.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi arabika dapat bergerak turun tertekan penguatan dolar AS. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menguji area Support di kisaran 282,50 hingga 280,30. Namun apabila harga naik karena kekhawatiran pasokan, akan bergerak menuju area Resistance di 288,90 hingga 293,10.