Harga Gula 1 Oktober 2026 Naik Terpicu Kehawatiran Gangguan Produksi

89
gula,harga

(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York berakhir lebih rendah pada hari Rabu akibat kekhawatiran mengenai lemahnya permintaan.

Harga gula berjangka kontrak Maret 2027 ditutup turun 1,22% pada 18,61 sen per pon

Menurut McDougall Global Views, posisi kontrak terbuka saat ini untuk kontrak gula NY bulan Oktober—yang berakhir pada hari Rabu—mengindikasikan bahwa penyerahan fisik atas kontrak tersebut bisa mencapai sekitar 1,8 juta metrik ton (MMT). Angka ini berada di atas rata-rata enam tahun terakhir dan menjadi tanda lemahnya permintaan fisik gula.

Pada tanggal 10 September, harga gula NY sempat mencapai level tertinggi dalam 17,5 bulan didorong oleh prospek defisit global. Pada tanggal 1 September, International Sugar Organization (ISO) memproyeksikan defisit gula global sebesar -200.000 metrik ton (MT) untuk tahun 2026/27, dibandingkan dengan proyeksi surplus +1,1 MMT untuk tahun 2025/26. Sementara itu, pada tanggal 7 September, Thai Sugar Millers Corp memproyeksikan produksi gula Thailand tahun 2026/27 dapat turun -17% secara tahunan (*year-on-year*) menjadi 10 MMT. Thailand merupakan eksportir gula terbesar kedua di dunia.

Terpantau malam ini harga gula bergerak naik 1,56% pada 18,90 sen per pon.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula mentah berpotensi naik dengan kekhawatiran kekhawatiran terhadap ancaman produksi Thailand dan dampak El Nino. Harga gula mentah diperkirakan akan bergerak menguji kisaran Resistance terdekat di 19,02 hingga 19,23. Namun, jika harga turun, akan bergerak menuju kisaran Support 18,57 hingga 18,33.