IHSG Jumat Siang Melemah ke Level 5.990; Tekanan Hari Ketujuh, Terendah 11,5 Minggunya

99
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (2/10), terpantau melemah 19,302 poin (0,32%) ke level 5.990,200 setelah dibuka naik ke level 6.018.081.

IHSG bergerak tertekan di hari ketujuh ke level 11,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah naiknya lagi harga minyak mentah dunia dan estimasi the Fed akan menaikkan suku bunga menjelang akhir tahun, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir menguat terbatas.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat terbatas 0,07% atau 13 poin ke level Rp 17.932, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun setelah menguat 4 hari di sesi global sebelumnya, tertahan dari level 6 bulan tertingginya di antara bearish-nya euro dan bank sentral global yang cederung hawkish.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.945, serta terpantau bertahan dari koreksi kemarin.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 8,579 poin (0,14%) ke level 6.018.081. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,348 poin (0,23%) ke level 593,728. Siang ini IHSG melemah 19,302 poin (0,32%) ke level 5.990,200. Sementara LQ45 terlihat turun 2,773 poin (0,47%) poin ke level 589,607.

Tercatat saat ini 230 saham naik, 404 saham turun dan 151 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang turun 0,96%, dan Hang Seng yang merosot 2,64%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini merosot ke sekitar 11,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah naiknya lagi harga minyak mentah dunia, serta mencermati Wall Street yang berakhir menguat terbatas.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih dalam sentimen bearish, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.228 dan 6.380. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,898 dan bila tembus ke level 5,839.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group