Rekomendasi Harga Minyak 2 Oktober 2026 : Terangkat Ketegangan AS-Iran; Waspadai Pergerakan Dolar AS

72

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah ditutup mixed pada hari Kamis, 1 Oktober 2026, karena kebuntuan perundingan antara AS dan Iran yang menghambat pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh dan memperketat pasokan minyak global, menghadapi sentimen penguatan dolar AS.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS ditutup naik 2,71% pada $92,87 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup turun 0,51% pada $103 per barel.

Kenaikan harga minyak mentah semakin cepat pada hari Kamis setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa AS mengirimkan gugus tugas kapal induk ketiga serta tambahan 10.000 tentara ke Timur Tengah, dan bahwa Presiden Trump mengatakan kepada para stafnya bahwa ia berencana melanjutkan pengeboman terhadap Iran pada akhir November.

Harga energi juga mendapat sentimen positif lanjutan dari hari Rabu, ketika data EIA menunjukkan penurunan stok bensin ke level terendah dalam hampir 12 tahun, serta keputusan Rusia untuk memperpanjang larangan ekspor diesel hingga bulan Oktober, yang semakin memperketat kondisi pasar global.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik dengan masih terjadinya kebuntuan perundingan AS-Iran yang menghambat pembukaan Selat Hormuz. Namun jika penguatan dolar AS berlanjut, akan dapat menekan harga minyak. Namun jika malam nanti data NFP September AS terealisir turun dan menekan dolar AS, akan menguatkan harga minyak.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $89,88-$86,89. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $94,77-$96,67.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $98,39-$93,77. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $105,80-$108,59.