(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Jumat sore ini (2/10), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir menguat, menambah gain dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa turun setelah menguat 4 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini menguat 0,24% atau 43 poin ke level Rp 17.902 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.860. Rupiah terpantau dekat dengan area seminggu tertinggi sebelumnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.930 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.932, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp17.902.
Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa turun setelah menguat 4 hari di sesi global sebelumnya, tertahan dari level 6 bulan tertingginya di antara bearish-nya euro dan bank sentral global yang cederung hawkish.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini turun ke 101,92, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 102,04.
Sementara itu, IHSG Jumat di akhir sesi terpantau menguat 27,386 poin (0,46%) ke level 6.036,888, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias menguat di tengah mendatarnya harga minyak mentah dunia dan yields obligasi AS yang masih tinggi, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir mixed dan agak terbatas.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Eropa beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp18.000 – Rp17.795.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting







