(Vibiznews – Forex) – Mata uang Yen Jepang tertekan ke posisi terendah dalam hampir 2 pekan pada ujung perdagangan sesi Asia hari Selasa (6/10/2026) setelah bergerak lemah terhadap dolar AS sebelumnya.
Pair telah stabil dalam kisaran perdagangan yang sempit menyusul perkembangan terkini dalam kebijakan fiskal Jepang.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, terus mendorong langkah-langkah ekonomi ekspansif meskipun terdapat kekhawatiran yang terus berlanjut mengenai pelemahan Yen dan utang pemerintah.
Dalam pidato parlemen baru-baru ini, Takaichi berjanji untuk menurunkan pajak konsumsi atas produk makanan sembari meyakinkan pasar keuangan bahwa pemerintah berniat mengamankan pendanaan yang diperlukan tanpa menerbitkan obligasi tambahan.
Sementara itu, ketidakpastian masih menyelimuti arah kebijakan moneter Bank of Japan. Ringkasan pendapat dari pertemuan bank sentral bulan September menyoroti kekhawatiran yang meningkat bahwa inflasi dapat melampaui target 2%, sehingga menjaga kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan tahun ini tetap terbuka lebar.
Namun, dengan jadwal pertemuan kebijakan pada bulan Oktober dan Desember, bank sentral hanya memberikan sedikit kejelasan mengenai waktu pasti penyesuaian suku bunga di masa mendatang.
Sementara itu posisi dolar AS semakin kuat sebagai safe haven yang dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik.
Dilaporkan bahwa kelompok Houthi Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan terkoordinasi menggunakan drone dan rudal yang menargetkan pangkalan militer Arab Saudi, fasilitas minyak, dan bandara-bandara utama.
Menurut juru bicara Houthi, Yahya Saree, serangan yang berhasil mengenai Bandara Internasional King Khalid di Riyadh telah mengganggu lalu lintas udara setempat, sehingga memicu volatilitas baru di pasar keuangan global.
Secara teknikal, pair berada di posisi bullish yang berpotensi akan lampaui posisi resisten kuatnya.
Kini pair berada di 158,12 dan jika pair naik ke posisi 158.20, pair akan naik menembus kisaran R1.
Namun jika pair USDJPY berbalik arah dan tertekan ke posisi 157,76 dapat berlanjut menuju posisi support kuatnya di 157,46 sebelum kemudian menguji target berikutnya di R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 159,17 | 158,73 | 158,32 | 157,87 | 157,46 | 157,02 | 156,60 |








