(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir naik pada hari Selasa, 6 Oktober 2026, terpicu aksi short covering menyusul laporan bahwa Iran meningkatkan serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS kontrak November 2026 ditutup naik tipis 0,01% pada $89,44 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir naik 0,26% pada $100,58 per barel.
Pelemahan nilai tukar dolar pada hari Selasa juga turut menopang harga energi.
Harga minyak mentah mendapat dukungan pada hari Selasa di tengah tanda-tanda bahwa Iran meningkatkan serangan terhadap kapal tanker yang mencoba melintasi Selat Hormuz. Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan pada hari Selasa bahwa intensitas serangan oleh Iran meningkat dalam beberapa hari terakhir, dengan sembilan kapal menjadi sasaran selama kurun waktu tersebut.
Harga minyak mentah sempat bergerak turun pada hari Selasa dan menyentuh level terendah dalam satu bulan. Tanda-tanda meningkatnya pasokan minyak mentah yang keluar dari Timur Tengah meredakan kekhawatiran pasokan global dan menekan harga minyak. Harga minyak mentah juga turun setelah pasukan pemerintah Yaman merebut kembali wilayah dari pemberontak Houthi di dekat Laut Merah, sehingga mengurangi risiko serangan terhadap pelayaran di jalur air tersebut.
Indikasi meningkatnya pasokan minyak dari Timur Tengah memberikan sentimen negatif bagi harga. Kuwait menyatakan sedang memompa minyak pada tingkat sekitar 75% dari volume sebelum perang Iran, sementara Irak berupaya menyewa kapal tambahan untuk mengirimkan kargo minyaknya melalui Selat Hormuz.
Faktor lain yang menekan harga minyak mentah adalah langkah Saudi Aramco pada hari Senin untuk memangkas harga minyak mentah Arab Light bagi pembeli di Asia sebesar $5 per barel di bawah harga acuan regional untuk pengiriman November; pemangkasan ini jauh berbeda dari ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan kenaikan harga sebesar $5 per barel. Selain itu, Arab Saudi menyatakan bahwa pasokan minyak mentah melalui jalur pipa Timur-Barat telah meningkat hingga mencapai 80% dari kapasitas maksimal per hari Sabtu. Kemajuan yang dicapai pemberontak Houthi dalam merebut wilayah di sepanjang Laut Merah di Yaman turut memicu kekhawatiran mengenai pengetatan pasokan minyak dari Timur Tengah. Bulan lalu, kelompok Houthi menguasai dua pulau di dekat Selat Bab-al-Mandeb. Hal ini menyusul keberhasilan mereka merebut Pulau Perim dan kota pelabuhan Mokha di ujung selatan Laut Merah, yang menempatkan kelompok tersebut pada posisi lebih kuat untuk menyerang kapal-kapal. Sejak penutupan Selat Hormuz, Arab Saudi telah mengalihkan sebagian besar ekspor minyaknya ke jalur Laut Merah selama dua bulan terakhir. Namun, eskalasi ketegangan dengan Houthi telah mengganggu jalur tersebut.
Dinihari tadi telah dirilis data pasokan minyak mentah mingguan AS oleh American Petroleum Institute (API), yang terealisir menurun. Persediaan minyak mentah AS turun sebesar 2,09 juta barel pada pekan yang berakhir tanggal 2 Oktober, setelah sempat naik 1,019 juta barel pada pekan sebelumnya.
Malam nanti akan dirilis data pasokan minyak mentah mingguan oleh EIA.
Malam nanti akan dirilis risalah pertemuan The Fed (FOMC Minutes).
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik dengan meningkatnya kembali ketegangan di Selat Hormuz setelah Iran meningkatkan serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz. Juga menurunnya persediaan minyak mentah mingguan AS yang dirilis API, mendukung harga minyak. Jika malam nanti data pasokan minyak mentah mingguan AS yang dirilis EIA, juga terealisir turun, akan menguatkan harga minyak. Namun jika risalah FOMC mensinyalkan hawkish bagi kebijakan suku bunga Fed dan menguatkan dolar AS, akan dapat menekan harga minyak.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $90,71-$91,97. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $87,52-$85,59.
Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $102,25-$103,91. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $97,99-$95,39.








