India Naikkan Suku Bunga Utama Pertama Kali Sejak 2023 di Tengah Tekanan Inflasi

103

(Vibiznews – Economy) –  Bank Sentral India (Reserve Bank of India/RBI) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan (repo rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5.50% dalam pertemuan kebijakan moneter bulan Oktober 2026 hari Rabu (7/10/2026).

Langkah ini menjadi kenaikan suku bunga pertama yang dilakukan RBI sejak Februari 2023.

Keputusan tersebut diambil di tengah pelemahan mata uang rupee serta mengikuti jejak langkah pengetatan moneter dari beberapa bank sentral global, termasuk Federal Reserve AS. K

ebijakan ini sejalan dengan ekspektasi pasar, menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah dan tingginya dampak global yang memicu timbulnya tekanan inflasi.

Kenaikan suku bunga acuan ini didorong oleh tercatatnya tingkat inflasi tahunan India yang mencapai 4.82% pada Agustus 2026.

Angka tersebut mencatatkan level tertinggi sejak Desember 2024 sekaligus berada di atas target bank sentral sebesar 4.0% selama tiga bulan berturut-turut.

Kendati demikian, laju inflasi saat ini masih berada dalam batas toleransi RBI di kisaran 2.0% hingga 6.0%.

Seiring dengan kenaikan repo rate, RBI juga menyesuaikan suku bunga penyerapan likuiditas dengan Suku Bunga Standing Deposit Facility (SDF) naik menjadi  5.25% dan Tingkat Marginal Standing Facility (MSF) naik menjadi 5.75%.

Di samping pengetatan kebijakan moneter, RBI memberikan revisi ke atas pada prospek pertumbuhan ekonomi dan perkiraan inflasi untuk tahun fiskal 2026/2027:

  • Pertumbuhan PDB diproyeksikan tumbuh  7.1%, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 6.7%.
  • Inflasi Utama diprediksi rata-rata sebesar  5.2%, meningkat dari perkiraan awal 5.0%.
  • Inflasi Inti diperkirakan rata-rata mencapai  4.4%, naik tipis dari proyeksi sebelumnya 4.3%.

Prospek ekonomi India dinilai tetap tangguh ditopang oleh permintaan domestik yang kuat, meskipun otoritas moneter tetap waspada terhadap risiko gejolak eksternal dan inflasi komoditas global.