Harga Perak Antam Hari ini Rabu 7 Oktober 2026 Naik Rp300, Menjadi Rp41.200/gram

100

(Vibiznews – Commodity) Harga perak antam naik pada hari ini Rabu, 7 Oktober 2026, mengikut kenaikan harga perak dunia.

Harga perak antam hari ini Rabu, 7 Oktober 2026 naik Rp300, menjadi Rp41.200/gram.

Pada perdagangan sebelumnya, hari Selasa, 6 Oktober 2026 tidak berubah pada Rp40.900/gram.

Harga perak ditutup naik pada hari Selasa, 6 Oktober 2026, didukung turunnya imbal hasil Treasury AS dan melemahnya harga minyak.

Harga perak spot ditutup naik 0,49% pada $61,36.

Harga perak berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup naik 0,47% pada $61,59.

Imbal hasil Treasury AS tenor panjang turun dari level tertinggi multi-dekade yang tercatat hari Senin, dan harga minyak turun di bawah $100 per barel, sehingga logam mulia memiliki ruang untuk melanjutkan pemulihan setelah rilis data tenaga kerja.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun ke kisaran 5,27% dari 5,31% pada penutupan Senin.

Penurunan harga minyak mengurangi tekanan inflasi yang selama ini menopang imbal hasil dan dolar AS. Brent diperdagangkan di sekitar $98,35 per barel, sedangkan WTI di bawah $89,00.

Indeks dolar AS juga bergerak turun dari level tertingginya dalam hampir 18 bulan yang tercatat hari Senin.

Kenaikan harga perak juga didukung ekspektasi The Fed yang lebih lunak setelah laporan ketenagakerjaan AS bulan September menunjukkan penambahan hanya 29.000 pekerjaan, dengan tingkat pengangguran tetap 4,2% dan kenaikan upah per jam hanya 0,1%.

Pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 78% bahwa suku bunga tidak berubah pada pertemuan FOMC 27-28 Oktober, atau peluang kenaikan sekitar 22%.

Namun, kenaikan harga perak tertahan oleh kekhawatiran inflasi. Indeks harga ISM Services PMI September naik ke 74,0, tertinggi sejak Juli 2022, dan peluang kenaikan suku bunga setidaknya sekali lagi pada bulan Desember masih tinggi.

Ketegangan AS-Iran masih berlanjut dan situasi Selat Hormuz belum terselesaikan. Serangan terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz, serangan Houthi terhadap target Arab Saudi, serta kerusakan infrastruktur di kawasan Teluk membuat pelaku pasar tetap waspada.

Malam nanti akan dirilis risalah rapat FOMC bulan September.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak naik jika imbal hasil Treasury terus menurun, harga minyak tetap lemah, dan risalah The Fed tidak terlalu hawkish. Namun jika risalah The Fed menunjukkan sikap hawkish, imbal hasil kembali naik, dan ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas, dolar AS dapat menguat dan menekan harga perak.

Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $60,49-$59,63. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $62,03-$62,71.

Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $60,71-$59,82. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $62,35-$63,10.