Rekomendasi Harga Gula 7 Oktober 2026

107

(Vibiznews – Commodity) Harga gula mentah di bursa komoditi berjangka internasional New York, berakhir naik tipis pada hari Selasa, 6 Oktober 2026.

Harga gula berjangka kontrak Maret 2027 ditutup naik 0,09 sen atau 0,43% pada kisaran 20,82 sen per pon, kembali mencetak level tertinggi 19 bulan untuk kontrak terdekat. Kenaikan tipis ini menandai fase melambat setelah reli tajam sepanjang pekan lalu, yang mencakup lonjakan 5,23% pada Jumat dan 4,01% pada Senin.

Faktor utama yang menopang harga adalah gangguan cuaca di Brasil. Hujan yang terus mengguyur wilayah Center-South Brasil memperlambat panen dan mengganggu penggilingan tebu di pabrik-pabrik gula, sehingga pasokan tertahan. Penguatan real Brasil ke level tertinggi 4,75 bulan terhadap dolar AS juga mendukung harga, karena mengurangi minat produsen Brasil untuk menjual gula ke pasar ekspor. Di India, curah hujan monsun kumulatif Juni–September tercatat 12,6% di bawah normal per 30 September, yang terlemah dalam 11 tahun.

Di sisi fundamental, prospek defisit pasokan global masih menopang harga. Organisasi Gula Internasional (ISO) pada 1 September memperkirakan produksi gula global musim 2026/27 turun 1 persen secara tahunan menjadi 180,1 juta metrik ton, dengan defisit sebesar 200 ribu metrik ton, berbanding surplus 1,1 juta metrik ton pada musim 2025/26. Thai Sugar Millers Corp memproyeksikan produksi gula Thailand musim 2026/27 berpotensi anjlok 17 persen secara tahunan menjadi 10 juta metrik ton, sementara Czarnikow memperkirakan defisit global 2027/28 sebesar 2,9 juta metrik ton.

Kekhawatiran terhadap El Nino yang diperkirakan menjadi salah satu yang terkuat dalam lebih dari 75 tahun juga masih membayangi Brasil, India, dan Thailand. Di sisi lain, USDA masih memperkirakan stok akhir gula global 2026/27 naik 2,0% secara tahunan menjadi 44,41 juta metrik ton, sehingga ruang penguatan lanjutan relatif terbatas.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula mentah berpotensi masih bergerak dalam fase konsolidasi di dekat level tertinggi dengan kecenderungan menguat terbatas, seiring dukungan gangguan panen Brasil dan prospek defisit pasokan, namun rawan aksi profit taking setelah reli tajam dalam sepekan terakhir. Harga gula mentah diperkirakan akan bergerak menguji kisaran resistance terdekat di 20,99 hingga 21,15. Namun, apabila aksi ambil untung dan perbaikan cuaca di Brasil menekan pasar, pergerakan harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran support 20,62 hingga 20,41.