(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang alami kerugian cukup besar untuk kedua indeks utamanya pada akhir perdagangan hari Kamis (8/10/2026) akibat lonjakan harga minyak mentah.
Indeks harian Nikkei dan Topix mencatat penurunan selama dua sesi berturut-turut dan sama-sama anjlok ke posisi terendah dalam sepekan.
Lonjakan harga minyak akibat kembali memanasnya ketegangan antara AS dan Iran, yang memicu kekhawatiran akan inflasi.
Risalah rapat FOMC terbaru juga mengindikasikan sikap hawkish di kalangan pembuat kebijakan, sehingga investor tetap berhati-hati terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Di dalam negeri, anggota Dewan Bank of Japan, Ayano Sato yang sebelumnya menyatakan perbedaan pendapat terkait kenaikan suku bunga bank sentral pada bulan September menyatakan dukungannya terhadap pendekatan bertahap dalam menaikkan suku bunga.
Hal tersebut memperkuat ekspektasi bahwa pembuat kebijakan mungkin akan kembali memperketat kebijakan.
Indeks harian Nikkei turun 1,42% dan ditutup pada level 69.042, sementara indeks Topix melemah 1,51% ke posisi 4.091.
Demikian untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Desember 2026 anjlok 1,79% pada posisi 69100.
Secara sektoral, saham sektor teknologi dan perbankan memimpin penurunan, dengan koreksi tajam dialami oleh Taiyo Yuden (-4,4%), SoftBank Group (-4,3%), dan Mitsubishi UFJ (-3,3%).








