Rekomendasi Harga Kakao 8 Oktober 2026

83

(Vibiznews – Commodity) Harga kakao di bursa komoditi berjangka New York berakhir turun pada hari Rabu, 7 Oktober 2026. Harga cenderung konsolidasi setelah koreksi tajam sehari sebelumnya, di tengah tingginya inventaris kakao di gudang ICE.

Kontrak berjangka kakao acuan Desember di bursa ICE New York ditutup turun sekitar 118 poin atau 2,07%, pada kisaran $5.582 per ton.

Pasar masih dibayangi sinyal pasokan yang memadai. Inventaris kakao yang dipantau ICE berada di level tertinggi dalam 2,25 tahun terakhir, yakni 3.538.981 kantong pada hari Selasa. Data pemerintah Pantai Gading juga menunjukkan petani telah mengirimkan 2,18 juta metrik ton kakao ke pelabuhan sepanjang tahun pemasaran internasional berjalan (1 Oktober 2025 hingga 27 September 2026), naik 19,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, faktor fundamental jangka menengah tetap memberi penopang harga. Survei awal perkebunan Pantai Gading menunjukkan pembentukan buah muda (cherelle) di bawah rata-rata, dengan estimasi produksi musim 2026/2027 sekitar 1,8 juta metrik ton, turun 18 persen dari sekitar 2,2 juta metrik ton pada musim sebelumnya. Kenaikan harga pembelian kakao di Ghana menjadi sekitar $3.647 per ton untuk musim 2026/27 juga memicu kekhawatiran penyelundupan biji kakao lintas batas yang dapat mengganggu aliran pasokan ke pasar internasional.

Dari sisi permintaan, sentimen masih beragam. Lindt & Sprüngli menurunkan harga cokelat untuk kedua kalinya tahun ini dan memangkas proyeksi pertumbuhan penjualan organik 2026 menjadi 0% hingga 2%. Namun, penggilingan kakao Asia pada kuartal kedua melonjak 25 persen secara tahunan menjadi 224.646 metrik ton, dan penggilingan Amerika Utara naik 7,7 persen, sehingga turut meredam kekhawatiran pelemahan permintaan global.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kakao berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi, di tengah tarik-menarik antara tingginya stok gudang serta melimpahnya pengapalan Pantai Gading dan kekhawatiran prospek produksi musim 2026/2027 yang lebih ketat. Apabila sentimen tingginya inventaris kembali mendominasi, harga kakao berpeluang melanjutkan koreksi untuk menguji area support di kisaran 5.458 hingga 5.334 dolar AS per metrik ton. Sebaliknya, apabila kekhawatiran gangguan pasokan Afrika Barat dan cuaca El Niño kembali menjadi sorotan, harga berpeluang rebound menguji area resistance di kisaran 5.763 hingga 5.944 dolar AS per metrik ton.