Rekomendasi Forex Dolar AS 9 Oktober 2026 : Turun Terpicu Pernyataan Trump yang Meredakan Ketegangan AS-Iran

123

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir turun pada hari Kamis, 8 Oktober 2026, terbebani pelemahan imbal hasil treasury AS dan penguatan Euro.

Indeks dolar AS ditutup turun 0,12% pada 102,13.

Dolar AS kehilangan kenaikan awalnya pada hari Kamis dan berbalik melemah setelah imbal hasil Treasury AS turun.

Dolar AS juga tertekan penguatan Euro, setelah Kementerian Ekonomi Jerman menaikkan perkiraan PDB Jerman untuk tahun 2026.

Awalnya Dolar AS bergerak naik pada hari Kamis setelah harga minyak mentah WTI melonjak lebih dari +3%, yang meningkatkan ekspektasi inflasi serta mendukung kebijakan hawkish The Fed dan penguatan dolar.

Selain itu, komentar bernada hawkish dari Gubernur The Fed Christopher Waller dan Presiden The Fed St. Louis Alberto Musalem memberikan sentimen positif bagi dolar, karena mereka menyatakan perkiraan adanya kenaikan suku bunga tambahan oleh The Fed untuk meredam inflasi.

Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan, “Jika data ekonomi terus menunjukkan hasil sesuai perkiraan, saya mengantisipasi adanya kenaikan suku bunga tambahan untuk mendukung kembalinya inflasi ke target 2% kita secara lebih tepat waktu.”

Presiden The Fed St. Louis Alberto Musalem mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed lebih lanjut di masa mendatang saat ia berkata, “Untuk mengembalikan inflasi ke target secara tepat waktu, diperlukan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.”

Ditambah lagi, penurunan tak terduga dalam klaim tunjangan pengangguran mingguan AS ke level terendah dalam 2,5 bulan menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja yang menguntungkan bagi dolar AS.

Klaim awal tunjangan pengangguran mingguan AS secara tak terduga turun sebesar 2.000 menjadi 197.000—level terendah dalam 2,5 bulan—yang menunjukkan pasar tenaga kerja lebih kuat dibandingkan ekspektasi kenaikan menjadi 200.000.

Pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 17% untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar +25 basis poin pada pertemuan FOMC berikutnya tanggal 27-28 Oktober.

Harga minyak mentah melonjak pada hari Kamis, di tengah tanda-tanda kemungkinan eskalasi konflik AS-Iran setelah aanya laporan yang menyebutkan bahwa Gedung Putih meminta Pentagon menyusun opsi serangan terhadap Iran yang dapat dilaksanakan sebelum pemilihan paruh waktu (midterm elections).

Namun ketegangan mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu AS pada bulan November.

Malam nanti akan dirilis data Michigan Consumer Sentiment Oktober AS yang diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun dengan meredanya ketegangan geopolitik AS-Iran setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu AS pada bulan November. Demikian juga jika malam nanti data Michigan Consumer Sentiment Oktober AS terealisir menurun, akan menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 101,94-101,77. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 102,37-102,63.