Rekomendasi Harga Kopi Arabika 9 Oktober 2026

95

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika berakhir melemah pada hari Kamis, 8 Oktober 2026, dan turun untuk sesi kedua berturut-turut, tertekan sinyal membanjirnya pasokan kopi dari Brasil.

Harga kopi arabika berjangka kontrak Desember 2026 ditutup turun 3,65 poin atau 1,25% ke kisaran $289,05 per pon.

Sehari sebelumnya, harga arabika sempat naik ke level tertinggi dalam 1 bulan, ditopang penguatan real Brasil, namun berbalik turun dan berakhir melemah tajam. Real sempat mencapai level tertinggi dalam 4,75 bulan terhadap dolar AS pada hari Selasa.

Kementerian Perdagangan Brasil melaporkan bahwa ekspor kopi Brasil bulan September melonjak lebih dari 20% secara tahunan menjadi 236.000 ton. Ekspor kopi Brasil bulan Agustus juga naik 31% secara tahunan ke rekor 4,155 juta karung untuk bulan Agustus, sementara panen Brasil memasuki tahap akhir dan menambah pasokan global.

Kondisi tanam yang kondusif juga menekan harga. Somar Meteorologia melaporkan curah hujan di Minas Gerais mencapai 33,3 mm atau 104% dari rata-rata historis pada pekan yang berakhir 4 Oktober. Hujan di atas normal pada fase pembungaan yang krusial dapat mendukung panen musim 2026/27. International Coffee Organization (ICO) pada 10 September memproyeksikan surplus pasar kopi global sebesar 3 juta karung pada musim 2025/26, surplus pertama dalam lima tahun. Conab juga menaikkan estimasi produksi kopi Brasil 2026 menjadi 67,6 juta karung, dengan produksi arabika naik 34,8% secara tahunan menjadi 48,21 juta karung.

Di sisi lain, sejumlah faktor masih menopang harga. Stok arabika bersertifikat ICE sempat jatuh ke level terendah dalam 27 tahun di 217.646 karung pada 15 September, lalu rebound ke level tertinggi dalam 2 bulan di 260.654 karung. Ancaman El Niño yang kuat juga masih membayangi tanaman kopi, terutama bila hujan di Brasil tertunda pada Oktober, periode normal pembungaan. US Climate Prediction Center menyatakan El Niño tahun ini kemungkinan menjadi salah satu yang terkuat dalam lebih dari 75 tahun. Selain itu, dana investasi menambah posisi net-short kopi robusta menjadi 3.959 kontrak, level tertinggi dalam 13 bulan, sehingga berpotensi memicu reli short covering.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga kopi arabika masih cenderung tertekan seiring derasnya ekspor Brasil, panen Brasil yang besar, dan prospek surplus pasokan global. Namun, rendahnya stok bursa, risiko El Niño, serta peluang aksi beli akibat penguatan real Brasil membuat ruang rebound tetap terbuka, sehingga volatilitas harga diperkirakan masih tinggi. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menekan area Support di kisaran 285,07 hingga 281,08. Namun apabila muncul aksi beli merespons risiko cuaca atau penguatan real Brasil, harga berpeluang naik menuju area Resistance di 293,97 hingga 298,88.