(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS melonjak ke level tertinggi dalam 1,5 tahun dan ditutup naik pada hari Senin, terdorong kenaikan harga minyak mentah.
Indeks dolar AS ditutup naik 0,36% pada 102,58.
Harga Minyak mentah WTI naik lebih dari +2% pada hari Senin, memicu ekspektasi inflasi yang dapat mendorong The Fed untuk memperketat kebijakan moneter dan mendukung dolar.
Dolar semakin naik ke level tertingginya di tengah komentar hawkish dari Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, yang menyatakan bahwa tekanan inflasi bersifat luas—tidak terkonsentrasi pada sektor tertentu—dan bahwa kebijakan restriktif The Fed diperlukan untuk mencapai target inflasi 2%.
Pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 22% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar +25 basis poin (bp) pada pertemuan FOMC berikutnya, tanggal 27-28 Oktober.
Malam nanti akan ada pernyataan dari pejabat Fed Barkin.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik terdukung prospek eskalasi konflik di Timur Tengah. Kondisi ini berpotensi mendorong harga minyak, ekspektasi inflasi, dan sikap hawkish The Fed. Namun kenaikan dapat tertahan oleh menurunnya sentimen konsumen AS, menjelang rilis data CPI AS, atau jika muncul sinyal positif dari diplomasi AS-Iran. Juga jika pernyataan pejabat Fed bernada hawkish, akan menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 102,75-102,93. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 102,25-101,93.








