(Vibiznews – Commodity) Harga emas ditutup lebih rendah pada hari Senin, 12 Oktober 2026, terbebani penguatan dolar AS.
Harga emas spot ditutup turun 0,54% pada $4.171,72 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup turun 0,61% pada $4.190,6 per ons.
Harga emas tertekan indeks dolar AS yang naik yang mencapai level tertinggi dalam 1,5 tahun.
Selain itu, lonjakan harga minyak mentah WTI sebesar 2% pada hari Senin meningkatkan ekspektasi inflasi yang dapat mendorong bank-bank sentral dunia untuk memperketat kebijakan moneter—sebuah faktor yang berdampak negatif bagi logam mulia.
Pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 22% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar +25 basis poin (bp) pada pertemuan FOMC berikutnya, tanggal 27-28 Oktober.
Malam nanti akan ada pernyataan dari pejabat Fed Barkin.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun jika penguatan dolar AS dan harga minyak berlanjut akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Juga jika pernyataan pejabat Fed bernada hawkish bagi kebijakan suku bunga Fed, akan menekan harga emas. Namun harga emas dapat bergerak naik jika dolar AS melemah terpicu sinyal positif dari diplomasi AS-Iran.
Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.146-$4.119. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.208-$4.243.
Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.165-$4.140. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.229-$4.268.








