(Vibiznews – Forex) Pasangan mata uang EUR/USD turun ke level terendah dalam 17 bulan dan ditutup turun pada hari Senin, 12 Oktober 2026, tertekan penguatan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun 0,42% pada 1.1156.
Euro tertekan kenaikan indeks dolar ke level tertinggi dalam 1,5 tahun pada hari Senin.
Selain itu, komentar dovish dari anggota Dewan Gubernur ECB, Yannis Stournaras, turut menekan Euro, yang mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga ECB bulan ini kemungkinannya lebih kecil dibandingkan kenaikan pada bulan Desember.
Ditambah lagi, kenaikan harga minyak mentah sebesar +2% pada hari Senin berdampak negatif bagi ekonomi Zona Euro dan mata uang euro, mengingat Eropa mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya.
Pasar memperhitungkan peluang sebesar 12% bagi ECB untuk menaikkan suku bunga sebesar +25 bp pada pertemuan kebijakan ECB berikutnya, tanggal 29 Oktober.
Siang nanti akan dirilis data Inflasi September Jerman yang diindikasikan meningkat.
Juga akan ada pernyataan dari pejabat ECB Elderson.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak melemah terpicu eskalasi konflik di Timur Tengah yang dapat menaikkan dolar AS dan harga minyak. Namun jika data Inflasi September Jerman terealisir naik dan pernyataan pejabat ECB memberikan sinyal hawkish bagi kebijakan suku bunga ECB, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1134-1.1111. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1198-1.1239.








