(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Selasa siang ini (13/10), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, menambah sedikit loss sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia menurun setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah 0,12% atau 21 poin ke level Rp 17.915 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.894. Rupiah terpantau terkoreksi di hari kedua pada posisi seminggu terendahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.894 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.930, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp17.915.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya, terkoreksi dari sekitar 1,5 tahun tertingginya karena sempat didongkrak tensi panas geopolitik Timur Tengah dan Ukraina – Russia.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini turun ke 102,38, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 102,57.
Sementara itu, IHSG Selasa di akhir sesi pertama terpantau melemah 24,684 poin (0,42%) ke level 5.911,463, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias melemah dipimpin saham sektor teknologi di antara fluktuasi harga minyak mentah dunia mengikuti tensi geopolitik Timur Tengah dan concern pasar atas tekanan inflasi global, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam variatif.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp18.000 – Rp17.795.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting







