Rekomendasi Harga Kopi Arabika 13 Oktober 2026

96

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komodii berjangka New York berakhir naik pada hari Senin, 12 Oktober 2026, terdukung penurunan produksi Kolombia.

Harga kopi arabika berjangka kontrak Desember 2026 ditutup naik 1,27% pada $290,60 per pon.

Federasi Kopi Kolombia melaporkan produksi kopi Kolombia, produsen arabika terbesar kedua dunia, pada 2025/26 turun 15% secara tahunan menjadi 12,65 juta karung, dan ekspornya turun 12% menjadi 11,78 juta karung.

Ancaman El Niño yang kuat juga masih membayangi tanaman kopi Brasil, terutama bila hujan tertunda pada Oktober, periode normal pembungaan. Selain itu, stok arabika bersertifikat ICE masih tipis setelah sempat jatuh ke level terendah dalam 27 tahun di 217.646 karung pada 15 September.

Kondisi cuaca di sentra produksi juga masih mendukung tanaman. Somar Meteorologia melaporkan curah hujan di Minas Gerais mencapai 33,3 mm atau 104% dari rata-rata historis pada pekan yang berakhir 4 Oktober, sehingga mendukung pembungaan untuk panen musim 2026/27. International Coffee Organization (ICO) memproyeksikan surplus pasar kopi global sebesar 3 juta karung pada musim 2025/26, surplus pertama dalam lima tahun, sedangkan Conab memperkirakan produksi arabika Brasil 2026 naik 34,8% secara tahunan menjadi 48,21 juta karung.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga kopi arabika masih cenderung bergerak terbatas dengan bias tertekan seiring ekspor Brasil yang besar dan prospek surplus pasokan global. Namun, turunnya produksi Kolombia, risiko El Niño, dan tipisnya stok bursa membuat peluang rebound tetap terbuka, sehingga volatilitas harga diperkirakan masih tinggi. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menekan area Support di kisaran 285,75 hingga 280,90. Namun apabila muncul aksi beli merespons risiko cuaca dan pasokan Kolombia, harga berpeluang naik menuju area Resistance di 293,20 hingga 295,80.