(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD berupaya pulih dari level terendah baru-baru ini pada perdagangan forex Eropa hari Selasa (13/10/2026) di tengah sikap investor yang menimbang antara jeda dalam lonjakan harga minyak dan kekhawatiran inflasi yang terus berlanjut.
Mata uang poundsterling juga mendapat dukungan dari revisi naik IMF terhadap perkiraan pertumbuhan ekonomi Inggris. Ekonomi kini diperkirakan tumbuh sebesar 1,3% tahun ini, dibandingkan dengan proyeksi 1,0% pada bulan Juli.
Terkait kebijakan moneter, Megan Greene sebagai salah satu pembuat kebijakan Bank of England yang cenderung hawkish berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan dan pasar tenaga kerja yang tangguh mengindikasikan perlunya mempertahankan suku bunga di atas level saat ini (3,75%) guna mengendalikan inflasi.
Pasar saat ini memperhitungkan adanya empat kali kenaikan suku bunga dalam 12 bulan ke depan, meskipun banyak analis menganggap ekspektasi tersebut berlebihan, mengingat beberapa pembuat kebijakan sudah memandang suku bunga acuan saat ini berada di atas tingkat netralnya.
Secara teknikal, pair bergerak bullish terbatas dan berpotensi koreksi jika tidak mampu tembus resisten lemahnya.
Kini pair berada di posisi 1.3240 yang berusaha menembus posisi R1, jika tembus berpotensi lanjut ke 1.3260 sebelum menguji resisten lemahnya di R2.
Namun jika gagal menembus resistensi di atas 1,3250–1,3280 akan turun kembali menuju 1.3202, jika tembus bergerak ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3306 | 1,3284 | 1,3245 | 1.3223 | 1.3185 | 1.3163 | 1.3125 |








