(Vibiznews – Commoity) Harga minyak mentah bergerak turun pada hari Selasa, 13 Oktober 2026, mengakhiri kenaikan selama tiga sesi berturut-turut, terpicu meningkatnya pasokan energi tambahan dari Rusia.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS bergerak turun 1,18% pada $92,63 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent bergerak turun 1,89% pada $104,63 per barel.
Presiden AS Donald Trump membela keputusannya untuk melonggarkan sementara pembatasan ekspor solar Rusia selama enam bulan, menyusul permintaan agar Moskow melepas lebih banyak pasokan. Trump berpendapat bahwa langkah tersebut akan menguntungkan konsumen Amerika, meskipun ada kritik bahwa pelonggaran pembatasan dapat melemahkan sanksi yang dijatuhkan akibat perang Rusia di Ukraina.
Sementara itu, usulan gencatan senjata energi antara Rusia dan Ukraina masih belum pasti. Trump mengakui adanya pelanggaran terhadap gencatan senjata tersebut, sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa Kyiv akan terus menyerang target-target Rusia selama serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina terus berlanjut.
Selain itu, milisi Houthi yang didukung Iran di Yaman melancarkan serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada akhir pekan, sehingga meningkatkan tekanan terhadap Washington untuk menangani konflik tersebut.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak bergerak turun dengan meningkatnya pasokan diesel Rusia.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $91,72-$90,82. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $93,51-$94,40.
Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $103,95-$103,27. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $105,72-$106,81.








