(Vibiznews – Bonds) Imbal hasil Treasury AS naik pada hari Rabu, 14 Oktober 2026, setelah data Inflasi September AS naik melebihi perkiraan.
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun—yang menjadi acuan utama bagi suku bunga kredit perumahan (mortgage), kredit kendaraan bermotor, dan utang kartu kredit—naik hampir 3 basis poin menjadi 5,244%.
Imbal hasil Treasury AS tenor 30 tahun—yang cenderung paling bereaksi terhadap peristiwa geopolitik—naik mendekati 1 basis poin menjadi 5,571%.
Imbal hasil Treasury AS tenor 2 tahun—yang pergerakannya sangat dipengaruhi oleh keputusan suku bunga The Fed—naik lebih dari 5 basis poin menjadi 4,848%. Sebelumnya, imbal hasil ini sempat menyentuh level tertinggi sejak 29 September.
Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 3,7% secara tahunan pada bulan September, lebih tinggi dibandingkan estimasi konsensus Dow Jones sebesar 3,6%. Inflasi inti, yang tidak mencakup harga pangan dan energi, tercatat sebesar 2,6% secara tahunan, dibandingkan dengan estimasi konsensus sebesar 2,5%.
Data inflasi terbaru ini muncul hanya dua minggu sebelum keputusan suku bunga The Fed berikutnya.
Peluang kenaikan suku bunga acuan saat ini berada di kisaran 3,75% hingga 4,00%, sebesar seperempat poin pada tanggal 28 Oktober meningkat menjadi 43,7% dari sebelumnya hanya 22,1% sehari yang lalu, menurut data perdagangan berjangka yang dipantau melalui perangkat FedWatch milik CME.
Saat ini terdapat peluang lebih dari 95% untuk setidaknya satu kali kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun, termasuk peluang sebesar 40% bahwa suku bunga akan naik sebesar setengah poin persentase—dua kali lipat dari peluang sehari sebelumnya.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, imbal hasil Treasury AS akan naik setelah data inflasi September AS naik melebihi perkiraan.







