BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal melalui Penyelenggaraan Ring the Bell for Financial Literacy 2026

48
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) Dalam rangka memperingati World Investor Week (WIW) dan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang diperingati setiap bulan Oktober, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan Ring the Bell for Financial Literacy 2026 pada Rabu (14/10) di Main Hall BEI. Mengusung tema “Stay Smart. Stay Alert. Stay Resilient.”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BEI untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai investasi, sekaligus memperkuat kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan, serta ketangguhan dalam menghadapi risiko dan dinamika pasar.

WIW merupakan kampanye global tahunan yang dipromosikan oleh International Organization of Securities Commissions (IOSCO) untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya edukasi dan pelindungan investor. Pada tahun ini, WIW mengangkat tiga tema utama, yaitu Investor Resilience, Digital Deception, dan Scam Alert. Ketiga tema tersebut semakin relevan seiring dengan berkembangnya investasi berbasis digital yang memberikan kemudahan akses, tetapi juga menghadirkan risiko baru yang perlu dipahami dan diantisipasi oleh masyarakat.

Sebagai bagian dari kampanye tersebut, World Federation of Exchanges (WFE) untuk kedelapan kalinya menyelenggarakan Ring the Bell for Financial Literacy. Pada tahun ini, sebanyak 62 bursa di berbagai negara berpartisipasi melalui seremoni ring the bell, dan rangkaian kegiatan edukasi sepanjang Oktober 2026. Partisipasi BEI dalam inisiatif global ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperluas literasi keuangan sekaligus memperkuat pelindungan investor di pasar modal Indonesia.

Rangkaian kegiatan Ring the Bell for Financial Literacy 2026 diawali dengan sambutan oleh Direktur BEI Umi Kulsum, yang kemudian dilanjutkan dengan keynote speech oleh Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan Edi Broto Suwarno. Rangkaian acara dilanjutkan dengan seremoni Ring the Bell for Financial Literacy sebagai simbol seruan bersama dalam meningkatkan literasi keuangan di pasar modal Indonesia. Acara kemudian diisi dengan talk show yang menghadirkan Financial Planner Prita Ghozie, Komika Yudha Keling, Content Creator Theresa Tjandrawinata, yang dimoderatori oleh Market Development Specialist BEI Marco Kawet.

Diskusi membahas berbagai langkah praktis untuk menjadi investor yang cerdas dan bertanggung jawab, antara lain memahami karakteristik serta risiko produk investasi, memastikan legalitas pihak yang menawarkan investasi, memverifikasi informasi sebelum mengambil keputusan, menjaga kerahasiaan data pribadi dan akses akun, serta mengenali ciri-ciri penipuan digital. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya mengelola risiko dan emosi agar tetap disiplin ketika menghadapi volatilitas pasar.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 400 peserta yang terdiri atas calon investor, investor pasar modal, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Untuk memperluas jangkauan edukasi, seluruh rangkaian acara juga disiarkan melalui kanal YouTube Indonesia Stock Exchange.

Dalam sambutannya, Direktur BEI Umi Kulsum menyampaikan bahwa “Pertumbuhan jumlah investor harus berjalan seiring dengan peningkatan pemahaman dan ketahanan investor. Investor yang cerdas tidak hanya mengetahui cara membeli produk investasi, tetapi juga memahami manfaat dan risikonya; investor yang waspada selalu memverifikasi informasi dan menjaga keamanan datanya; sedangkan investor yang tangguh tetap disiplin serta tidak mengambil keputusan secara impulsif ketika pasar berfluktuasi,” ujar Umi. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa semakin luasnya akses masyarakat ke pasar modal juga disertai kemampuan untuk mengambil keputusan investasi secara legal, logis, dan sesuai dengan tujuan serta profil risiko masing-masing,” tambah Umi.

Penguatan literasi semakin penting seiring dengan terus bertumbuhnya jumlah dan semakin beragamnya profil investor pasar modal Indonesia. Hingga akhir 8 Oktober 2026, jumlah investor telah mencapai lebih dari 32 juta Single Investor Identification (SID). Berdasarkan data KSEI per akhir September 2026, sebanyak 53,41% investor individu berusia 30 tahun ke bawah. Hal ini menunjukkan semakin inklusifnya partisipasi masyarakat di pasar modal Indonesia, sekaligus menegaskan pentingnya edukasi yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan berbagai kelompok investor.

Melalui Ring the Bell for Financial Literacy 2026, BEI mendorong peningkatan pemahaman investor sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pengambilan keputusan investasi di pasar modal. Investor yang cerdas, waspada, dan tangguh merupakan fondasi penting bagi terwujudnya pasar modal Indonesia yang inklusif, kredibel, dan berkelanjutan.