(Vibiznews-Forex) – Posisi aussie dolar dalam pair AUDUSD meluncur ke posisi terendah dalam 2 pekan pada perdagangan sesi Eropa hari Kamis (15/10/2026) merespon data ketenagakerjaan Australia yang buruk.
Pasangan mata uang AUDUSD mengalami tekanan jual sebagai respons terhadap data ketenagakerjaan Australia yang mengecewakan, meski dibatasi oleh pelemahan dolar AS secara umum.
Biro Statistik Australia (ABS) melaporkan bahwa jumlah penduduk yang bekerja turun sebanyak 39.300 orang pada bulan September. Angka ini membalikkan kenaikan sebesar 39.500 orang pada bulan sebelumnya dan meleset jauh dari perkiraan yang memprediksi adanya penambahan 20.000 orang.
Selain itu, tingkat pengangguran naik tipis menjadi 4,7% dari 4,6% pada bulan Agustus, yang meredupkan harapan akan kenaikan suku bunga lanjutan oleh Reserve Bank of Australia (RBA).
Sebelumnya posisi dolar AS terangkat oleh laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada hari Rabu menunjukkan tekanan inflasi yang semakin meluas, sehingga memperkuat ekspektasi akan pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh Federal Reserve (Fed).
Namun, para pelaku pasar masih memperkirakan peluang sekitar 75% bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan kebijakan bulan Oktober.
Prospek ini memicu penurunan lebih lanjut pada imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang mendorong aksi ambil untung (profit-taking) pada USD dan memberikan dukungan bagi pasangan AUD/USD.
Secara teknikal pair AUDUSD dalam tekanan bearish jangka pendek dengan cenderung konsolidasi. Kini pair berada di 0.6948 yang turun menuju posisi support kuat di S1.
Namun jika tidak menyentuh posisi 0.6940, pair akan berbalik arah dan berusaha mendaki ke posisi 0.6979, jika berhasil akan menguji posisi resisten kuatnya di 0.7010.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7068 | 0,7040 | 0,7006 | 0,6978 | 0,6943 | 0,6917 | 0,6880 |








