Rekomendasi Harga Kopi Arabika 15 Oktober 2026

94

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka New York, berakhir menguat pada hari Rabu, 14 Oktober 2026, ditopang kekhawatiran pasokan dari Kolombia dan risiko El Niño terhadap panen Brasil.

Harga kopi arabika berjangka kontrak Desember 2026 ditutup naik 5,35 poin atau 1,83% ke level $298,05 per pon, kenaikan beruntun setelah pemulihan dari level terendah dua pekan pada 9 Oktober.

Federasi Kopi Kolombia melaporkan bahwa produksi kopi Kolombia, produsen arabika terbesar kedua dunia, pada 2025/26 (Oktober–September) turun 15% secara tahunan menjadi 12,65 juta karung, sementara ekspornya turun 12% menjadi 11,78 juta karung.

Kekhawatiran El Niño juga menjadi faktor penopang. Coffee trader Commercial menyatakan fenomena tersebut dapat menunda hujan di Brasil pada bulan ini, saat pembungaan tanaman biasanya berlangsung, sehingga berisiko menekan panen Brasil musim 2026/27. US Climate Prediction Center sebelumnya menyatakan El Niño tahun ini kemungkinan menjadi salah satu yang terkuat dalam lebih dari 75 tahun.

Namun, tanda-tanda pasokan yang lebih besar dari Brasil masih membatasi kenaikan harga. Kementerian Perdagangan Brasil melaporkan ekspor kopi September melonjak lebih dari 20% secara tahunan menjadi 236.000 ton. Kondisi tanam di Brasil juga masih menguntungkan. Somar Meteorologia melaporkan curah hujan di Minas Gerais mencapai 33,3 mm atau 104% dari rata-rata historis pada pekan yang berakhir 4 Oktober.

Prospek surplus global tetap menjadi beban. International Coffee Organization (ICO) memproyeksikan surplus pasar kopi global sebesar 3 juta karung pada musim 2025/26, surplus pertama dalam lima tahun, sementara Conab menaikkan estimasi produksi kopi Brasil 2026 menjadi 67,6 juta karung, dengan produksi arabika naik 34,8% secara tahunan menjadi 48,21 juta karung. USDA juga memproyeksikan produksi kopi dunia 2026/27 naik 6% ke rekor 189,7 juta karung.

Stok arabika bersertifikat ICE sempat jatuh ke level terendah dalam 27 tahun di 217.646 karung pada 15 September, lalu rebound ke level tertinggi dalam 2,25 bulan di 260.654 karung pada 30 September. Stok yang masih tipis tetap menjadi bantalan harga bila terjadi gangguan pasokan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga kopi arabika masih berpeluang menguji level tertinggi terbaru seiring risiko El Niño dan turunnya produksi Kolombia. Namun, setelah kenaikan beruntun, risiko aksi ambil untung (profit-taking) meningkat, ditambah prospek surplus pasokan global dan panen Brasil yang besar, sehingga volatilitas harga diperkirakan tinggi. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menguji area Resistance di kisaran 303,40 hingga 308,75. Namun apabila muncul aksi ambil untung atau tekanan dari ekspor Brasil, harga berpeluang terkoreksi menuju area Support di 292,65 hingga 287,25.