Nikkei Alami Kerugian Harian Terburuk Sejak Maret 2026, Anjlok ke Terendah 2 Bulan

97

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang alami kerugian harian terburuk dalam 7 bulan pada perdagangan hari Kamis (15/10/2026) karena meningkatnya kekhawatiran mengenai keberlanjutan investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI).

Indeks harian Nikkei anjlok ke posisi terendah 2 bulan lebih dengan persentase penurunan harian terbesar sejak bulan Maret, akibat aksi jual besar-besaran saham sektor teknologi.

Prospek kredit sektor ini memburuk seiring dengan ekspektasi bahwa para pembuat kebijakan akan terpaksa menaikkan biaya pinjaman guna meredam inflasi yang terus berlanjut akibat harga energi.

Perusahaan-perusahaan Jepang memiliki eksposur yang signifikan terhadap pengembangan infrastruktur AI global, sehingga rentan terhadap penyesuaian harga pasar yang tajam di tengah valuasi sektor AI yang tergolong tinggi.

Indeks harian Nikkei anjlok 4,9% dan ditutup pada level 64.426, untuk indeks Topix anjlok 2,38% ke posisi 3999,34.

Namun untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Desember 2026 anjlok 4,93% pada posisi 64800.

Secara sektoral, saham-saham sektor teknologi dan yang terkait dengan AI memimpin penurunan dengan saham Kioxia anjlok 12,5%, Advantest turun 14,2%, SoftBank Group melemah 8,9%, Taiyo Yuden turun 10%, dan Lasertec merosot 13,3%.

Saham perbankan juga  turut melemahkan Nikkei seperti Mitsubishi UFJ (-1,6%), Sumitomo Mitsui (-1,7%), dan Mizuho Financial (-2,7%).